Tergiur Mobil Bekas Murah? 9 Tanda Ini Wajib Dicek Sebelum Membeli

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:07 WIB
Ilustrasi. mobil bekas. (ChatGPT)
Ilustrasi. Cek 9 tanda ini sebelum membeli mobil bekas murah. (ChatGPT)

KALTIMPOST.ID - Membeli mobil bekas memang bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, harga murah tidak selalu berarti menguntungkan. Jika kondisinya buruk, mobil bekas justru dapat membuat pemilik mengeluarkan biaya perbaikan dalam jumlah besar.

Karena itu, cek mobil bekas sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan melihat tampilan bodi atau kondisi interior. Bagian mesin, transmisi, ban, suspensi, hingga sistem kelistrikan juga perlu diperiksa sebelum transaksi dilakukan.

Bagi calon pembeli yang sedang mencari mobil bekas, ada beberapa tanda yang patut dicermati. Tanda-tanda ini bisa membantu membedakan kendaraan yang masih layak dipertimbangkan dengan mobil bekas bermasalah.

Baca Juga: Jangan Asal Isi Radiator Coolant, Ada 6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Pemilik Kendaraan

1. Asap Knalpot Terlihat Tidak Normal

Salah satu bagian yang mudah diperiksa saat cek mobil bekas adalah asap dari knalpot. Jika asap terlihat sangat pekat atau terus keluar dengan warna yang tidak biasa, calon pembeli sebaiknya tidak langsung mengabaikannya.

Asap hitam pekat dapat berkaitan dengan pembakaran bahan bakar yang tidak optimal. Sementara asap putih tebal dapat menjadi tanda adanya cairan yang masuk ke ruang pembakaran.

Asap berwarna kebiruan juga patut dicermati karena dapat menunjukkan oli ikut terbakar. Kondisi seperti ini bisa menandakan adanya masalah pada bagian dalam mesin.

2. Ada Suara Aneh dari Mesin

Mesin mobil bekas yang kondisinya baik umumnya bekerja dengan suara yang relatif stabil. Sebaliknya, suara kasar, ketukan, gesekan, atau bunyi yang sebelumnya tidak pernah terdengar patut diperiksa lebih lanjut.

Jangan hanya mengandalkan tampilan mesin yang bersih. Saat melakukan tips beli mobil bekas, mendengarkan suara mesin ketika kendaraan dinyalakan dan digunakan merupakan langkah penting.

Jika terdapat suara mencurigakan, calon pembeli sebaiknya meminta mekanik melakukan pemeriksaan sebelum melanjutkan transaksi.

3. Mesin Hidup, tetapi Mobil Tidak Melaju Normal

Masalah lain yang perlu diperhatikan saat cek mobil bekas adalah respons kendaraan ketika pedal gas diinjak.

Jika mesin terdengar meraung tetapi mobil tidak bertambah cepat sebagaimana mestinya, masalah bisa berkaitan dengan sistem penyalur tenaga, termasuk kopling pada mobil manual atau transmisi pada mobil matik.

Perpindahan gigi yang terasa kasar, terlambat, atau disertai getaran juga menjadi alasan untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai mobil bekas bermasalah baru diketahui setelah kendaraan resmi menjadi milik pembeli.

4. Ban Aus atau Mengalami Kerusakan

Ban menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewatkan dalam pemeriksaan mobil bekas. Perhatikan ketebalan alur ban, retakan pada dinding ban, benjolan, serta pola keausannya.

Ban yang aus tidak merata juga bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada bagian kaki-kaki atau posisi roda.

Usia ban turut perlu diperhatikan. Ban yang sudah lama dapat mengalami pengerasan meskipun alurnya masih tampak cukup tebal.

Baca Juga: Ini Waktu Ideal Ganti Oli Motor, Perhatikan Tandanya agar Mesin Selalu Prima

5. Mobil Terasa Goyang atau Bunyi Saat Melewati Jalan Rusak

Kondisi suspensi dapat dirasakan ketika mobil bekas digunakan melewati jalan berlubang atau polisi tidur.

Jika mobil terus memantul, terasa kurang stabil, atau terdengar bunyi berdecit dan gemeretak, calon pembeli sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Mobil yang terlihat miring atau tidak seimbang juga perlu dicurigai. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya masalah pada bagian suspensi.

6. Banyak Fitur Kelistrikan Tidak Berfungsi

Kelistrikan juga menjadi bagian penting dalam cek mobil bekas. Mesin yang sulit dinyalakan, lampu yang redup, atau klakson yang melemah dapat menjadi tanda aki mulai bermasalah.

Jangan lupa memeriksa lampu indikator pada dashboard. Lampu peringatan yang tetap menyala setelah mesin hidup perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Seluruh fitur seperti AC, power window, lampu, audio, dan central lock juga sebaiknya dicoba. Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu menemukan mobil bekas bermasalah sejak awal.

7. Ada Tanda Pernah Mengalami Kecelakaan Berat

Bekas kecelakaan tidak selalu terlihat jelas dari luar. Pada mobil bekas, calon pembeli dapat memperhatikan celah antar-panel bodi, perbedaan warna cat, bekas pengelasan, atau bagian rangka yang tampak pernah diperbaiki.

Benturan keras berpotensi memengaruhi struktur kendaraan dan sejumlah fitur keselamatan.

Jika muncul kecurigaan, menggunakan jasa inspeksi kendaraan dapat menjadi pilihan. Biaya pemeriksaan bisa lebih ringan dibandingkan menanggung perbaikan besar setelah membeli mobil.

Baca Juga: Hei, Merokok Sambil Berkendara! Abu Rokok Anda Bisa Bikin Orang Lain Celaka

8. Ada Jejak Pernah Terendam Banjir

Riwayat banjir menjadi salah satu hal yang sebaiknya tidak luput saat membeli mobil bekas.

Bau apek yang sulit hilang, karpet baru, bekas air pada interior, karat berlebih di area bawah jok, serta perangkat elektronik yang bermasalah dapat menjadi beberapa petunjuk.

Mobil yang pernah terendam juga berpotensi mengalami gangguan kelistrikan yang baru muncul setelah digunakan beberapa waktu. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan sebelum transaksi.

9. Riwayat Servis Tidak Jelas

Tahun produksi bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan mobil layak pakai. Mobil yang berusia lebih tua masih dapat memiliki kondisi baik jika dirawat secara rutin.

Sebaliknya, kendaraan yang lebih muda pun bisa memiliki banyak masalah apabila perawatannya diabaikan.

Dalam tips beli mobil bekas, calon pembeli sebaiknya meminta bukti servis, melihat jarak tempuh, serta menanyakan perawatan yang pernah dilakukan. Dokumentasi yang lengkap akan membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kendaraan sebenarnya.

Jangan Hanya Cek Tampilan

Melakukan cek mobil bekas sebaiknya tidak berhenti pada kondisi bodi dan interior. Calon pembeli perlu melakukan test drive untuk merasakan respons mesin, perpindahan gigi, pengereman, kemudi, serta kondisi suspensi.

Nomor rangka dan nomor mesin juga perlu dicocokkan dengan dokumen kendaraan. Pastikan BPKB dan STNK tersedia serta data kendaraan sesuai.

Jika tidak memahami kondisi teknis kendaraan, menggunakan bantuan mekanik atau jasa inspeksi profesional dapat menjadi langkah yang lebih aman.

Harga Murah Bukan Jaminan

Pada akhirnya, harga bukan satu-satunya pertimbangan ketika memilih mobil bekas. Kendaraan yang terlihat murah bisa berubah menjadi mahal jika membutuhkan banyak perbaikan.

Karena itu, sebelum membeli, lakukan pemeriksaan menyeluruh, test drive, cek dokumen, dan telusuri riwayat perawatan. Langkah tersebut dapat membantu calon pembeli menghindari mobil bekas bermasalah dan memilih kendaraan yang benar-benar sesuai kondisi serta kebutuhan.***

Editor : Dwi Puspitarini
mobil bekas cek mobil bekas tips beli mobil bekas mobil layak pakai mobil bekas murah