KALTIMPOST.ID - Kebiasaan main HP sambil dicas sering dilakukan ketika baterai hampir habis, tetapi ponsel masih harus digunakan. Padahal, HP dicas sambil terus dipakai dapat membuat perangkat bekerja lebih berat dan meningkatkan suhu.
Masalahnya bukan sekadar ponsel terasa panas. Kebiasaan main HP sambil dicas juga dapat memengaruhi kondisi baterai HP, terutama jika perangkat digunakan untuk aktivitas berat saat terhubung dengan charger HP.
Karena itu, pengguna sebaiknya memahami risiko yang dapat muncul ketika HP dicas sekaligus digunakan. Salah satunya adalah overheating atau panas berlebih yang bisa berdampak pada komponen ponsel.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Hari Ini, Wilayah Mana Saja yang Masuk Daftar?
Apa yang Terjadi Jika Main HP Sambil Dicas?
Saat baterai HP diisi, perangkat menerima daya dari charger. Pada saat yang sama, penggunaan ponsel membuat daya kembali digunakan oleh layar, prosesor, aplikasi, dan komponen lainnya.
Kondisi tersebut dapat membuat suhu ponsel meningkat. Risiko panas berlebih juga dapat semakin besar ketika ponsel dipakai untuk bermain gim, menonton video, atau menjalankan aplikasi yang membutuhkan banyak daya.
Berikut sejumlah risiko yang perlu diperhatikan:
1. HP lebih cepat panas
Penggunaan ponsel ketika HP dicas dapat meningkatkan suhu perangkat. Jika panas berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut bisa mengganggu kenyamanan sekaligus memengaruhi komponen di dalam ponsel.
2. Baterai HP lebih cepat menurun kondisinya
Suhu tinggi yang terjadi berulang kali dapat berdampak pada usia baterai. Akibatnya, kemampuan baterai HP dalam mempertahankan daya bisa berkurang secara bertahap.
Baca Juga: 17 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis untuk Foto Profil, Cek Pilihannya
3. Kinerja ponsel dapat terganggu
Ketika ponsel digunakan sambil mengisi daya, sejumlah komponen harus bekerja sekaligus. Dalam kondisi tertentu, pengguna dapat merasakan respons perangkat menjadi lebih lambat, terutama ketika menjalankan aplikasi berat.
4. Risiko korsleting tetap perlu diperhatikan
Penggunaan charger HP atau kabel yang bermasalah dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan. Dalam kondisi tertentu, masalah tersebut dapat menyebabkan korsleting dan kerusakan pada perangkat.
Cara Lebih Aman Saat HP Harus Dicas
Menghindari penggunaan ponsel selama pengisian daya menjadi pilihan paling aman. Namun, jika ponsel tetap harus digunakan, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko.
Gunakan charger HP yang sesuai
Pilih charger yang sesuai dengan perangkat dan berasal dari produsen tepercaya. Hindari menggunakan kabel atau adaptor yang sudah rusak.
Jangan gunakan ponsel untuk aktivitas berat
Jika HP dicas, sebaiknya hindari bermain gim atau aktivitas lain yang membuat perangkat bekerja terlalu keras. Penggunaan ringan dapat membantu mengurangi beban perangkat.
Perhatikan suhu ponsel
Jika ponsel terasa sangat panas ketika digunakan sambil dicas, hentikan pemakaian dan biarkan perangkat mendingin.
Gunakan power bank saat bepergian
Power bank dapat menjadi pilihan ketika pengguna membutuhkan daya tambahan di perjalanan. Dengan begitu, ponsel tidak harus terus digunakan dalam kondisi tersambung ke sumber listrik.
Gunakan earphone ketika harus menelepon
Jika harus melakukan panggilan ketika HP dicas, penggunaan earphone dapat membuat ponsel tidak terus berada dekat dengan telinga dan wajah.
Jangan Abaikan Kondisi Charger dan Kabel
Selain kebiasaan main HP sambil dicas, kondisi charger HP juga perlu menjadi perhatian. Kabel terkelupas, adaptor rusak, atau aksesori yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko gangguan saat pengisian daya.
Pengguna sebaiknya segera mengganti aksesori yang rusak dan tidak memaksakan penggunaan ponsel jika perangkat menunjukkan tanda-tanda panas berlebihan.
Pada akhirnya, main HP sambil dicas bukan berarti selalu langsung menyebabkan kerusakan atau kecelakaan. Namun, penggunaan dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan panas dan beban perangkat. Memberi waktu ponsel untuk mengisi daya tanpa digunakan tetap menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga baterai HP dan perangkat secara keseluruhan.***
Editor : Dwi Puspitarini