KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lapangan tenis tidak selalu harus menjadi tempat mempertarungkan kemampuan. Di balik net dan ayunan raket, ada ruang yang lebih luas untuk membangun pertemanan dan memperkuat hubungan antarpemain.
Semangat tersebut menjadi dasar kehadiran Rembulan Community, wadah yang dibentuk untuk mempertemukan klub-klub tenis lapangan di Samarinda.
Baca Juga: Reforma Agraria, Jangan Sekadar Bagi-Bagi Tanah
Komunitas ini lahir dari kecintaan terhadap olahraga tenis sekaligus keinginan menciptakan ruang interaksi yang lebih terbuka bagi para pemain. Beragam klub dengan latar belakang dan tingkat kemampuan berbeda diharapkan dapat bertemu dalam suasana yang lebih cair.
Ketua Rembulan Community Johantan Alfando W.S. mengatakan, komunitas tersebut hadir sebagai wadah kolaboratif antarklub tenis di Samarinda.
“Tujuan utama didirikannya Rembulan Community adalah menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan antarklub tenis dari Kota Samarinda untuk saling berinteraksi, bertanding, dan bermain bersama,” ujar Johantan.
Baca Juga: Ekspansi Pusat Data AI Berpotensi Perparah Krisis Air Bersih di Indonesia
Menurut dia, perbedaan kemampuan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi pemain untuk berinteraksi. Justru, pertemuan antarpemain dari klub berbeda dapat menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, sekaligus meningkatkan kemampuan.
Konsep tersebut diterapkan melalui sejumlah agenda. Rembulan Community menyiapkan kegiatan playdate atau bermain bersama, pertandingan persahabatan (sparring), hingga turnamen internal yang dilaksanakan secara berkala.
Pertandingan persahabatan menjadi salah satu ruang bagi pemain untuk menjajal kemampuan menghadapi lawan baru. Selain menjaga semangat kompetisi, kegiatan itu dapat menjadi sarana memperbaiki teknik dan memahami karakter permainan yang berbeda.
Baca Juga: Apa Jadinya Jika MK Putuskan Diskualifikasi Gibran? Ini Kata Pakar!
Bagi pemain pemula, pertemuan tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari pemain yang lebih berpengalaman.
Sementara bagi pemain yang sudah terbiasa bertanding, kehadiran lawan-lawan baru memberikan variasi dalam permainan. Namun, Rembulan Community tidak ingin aktivitasnya berhenti di lapangan. Komunitas tersebut juga merancang kegiatan social gathering sebagai ruang bertemu dalam suasana yang lebih santai.
Melalui berbagai kegiatan itu, hubungan antarpemain diharapkan tidak berhenti setelah pertandingan selesai. Komunikasi dan pertemanan dapat terus berlanjut di luar lapangan.
Baca Juga: MA Kabulkan Usulan Pemakzulan Bupati Gowa Sitti Husniah, DPRD Siap Lanjutkan ke Kemendagri
Kehadiran Rembulan Community sekaligus membuka peluang bagi klub-klub tenis lain di Samarinda untuk bergabung dan membangun kolaborasi.
Semakin banyak klub yang terhubung, semakin luas pula ruang bagi pemain untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan menikmati tenis dalam suasana yang sehat serta penuh kekeluargaan.
Pada akhirnya, raket dan bola menjadi alat untuk mempertemukan orang-orang dengan latar belakang berbeda. Dari pertandingan yang berlangsung di lapangan, hubungan antarpemain diharapkan tumbuh menjadi persaudaraan yang lebih luas. (*)
Editor : Dwi Restu A