Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkab Mahulu Berupaya Tekan Kemiskinan Ekstrem, Per Oktober 2024 Turun Menjadi 10,75 Persen

Jody Kristianto • Kamis, 31 Oktober 2024 | 10:10 WIB

Bupati Mahulu Dr Bonifasius Belawan Geh saat mengikuti sesi tari Ngarang di acara Hudoq Pekayang beberapa waktu lalu.
Bupati Mahulu Dr Bonifasius Belawan Geh saat mengikuti sesi tari Ngarang di acara Hudoq Pekayang beberapa waktu lalu.

KALTIMPOST.ID – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mencatat sejumlah kemajuan dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan laporan terbaru, tingkat kemiskinan di Mahulu tahun ini mencapai 10,75 persen, menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dissos P2PA) Mahulu Antonius Jiu menuturkan, saat ini jumlah penduduk miskin di wilayah tersebut diperkirakan sebanyak 2.900 jiwa, dengan garis kemiskinan ditetapkan pada Rp 792.742 per kapita per bulan. Naik sebesar 7,03 persen dibandingkan  2023

Dari data tahun ke tahun, kemiskinan pada 2022 di angka 11,55 persen mengalami kenaikan karena masih dalam kondisi recovery dari pandemi. Perbaikan terus dilakukan sehingga pada 2023 kemiskinan turun di angka 11,38 persen dan tahun ini turun ke 10,75 persen.

Terlebih angka tersebut turut dikurangi dengan penghapusan kemiskinan ekstrem yang dilakukan Bupati Mahulu Dr Bonifasius Belawan Geh dengan melalui berkirim surat sesuai Instruksi Presiden (Inpres) 4/2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Di mana, Mahulu dengan data yang diterima dari Menko PMK terdapat 543 kepala keluarga dan atau 2.859 Jiwa.

Berdasarkan data yang tercantum itu, Dissos DP2PA  pun melakukan verifikasi dan validasi ke lapangan, dan tidak menemukan warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem, dengan bukti dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sejalan dengan penurunan angka kemiskinan, Pemkab Mahulu juga mengimplementasikan sejumlah program bantuan sosial,” sebut Jiu baru-baru ini.

Hingga 28 Oktober 2024, terdapat 6.237 Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari BPJS, yang dananya bersumber dari APBN, serta 1.546 penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang tersebar di berbagai kecamatan.

“Program-program tersebut diharapkan mampu menekan angka kemiskinan lebih jauh lagi, sekaligus memberikan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga menunjukkan penurunan signifikan, masing-masing berada pada angka 1,640 dan 0,430 pada tahun ini. Dengan adanya inovasi dalam program penanggulangan kemiskinan, Mahulu berharap dapat menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan warganya

Pemkab Mahulu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya ini, guna mencapai target penurunan tingkat kemiskinan di tahun-tahun mendatang. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#kemiskinan ekstrem #Inpres 4/2022 #PBI BPJS Kesehatan #Bonifasius Belawan Geh #Mahakam Ulu