KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Ketua DPRD Mahulu (Mahakam Ulu), Devung Paran menyoroti proyek pembangunan Bandara Mahulu yang berada di Ujoh Bilang. Telah menyerap anggaran besar, namun hingga kini belum dapat digunakan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
"Saat ini, fokus utama kami adalah sektor perhubungan, terutama Bandara Mahulu yang telah dibangun dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Bahkan, di lapangan ada informasi bahwa anggarannya bisa mencapai Rp300–400 miliar," ungkap Devung kepada Kaltimpost, Senin (17/3).
Menurutnya, besarnya anggaran yang dikucurkan untuk Bandara Mahulu harus dikawal dengan baik agar tidak menjadi beban bagi keuangan daerah tanpa manfaat yang jelas bagi masyarakat.
DPRD Mahulu berencana memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan proyek Bandara Mahulu tersebut.
"Kami akan memanggil OPD terkait untuk memaparkan alasan besarnya anggaran pembangunan bandara, serta rencana ke depan terkait penggunaannya. Ini penting karena anggaran yang dikeluarkan dari APBD sangat besar," tegasnya.
Devung menegaskan bahwa DPRD akan memastikan proyek ini tidak terbengkalai dan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat Mahulu.
"Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang telah dikeluarkan bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak hanya menjadi proyek yang mangkrak," pungkasnya.
Dengan perhatian penuh dari DPRD, diharapkan Bandara Mahulu bisa segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi konektivitas serta pertumbuhan ekonomi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo