UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Sosialisasi Tahapan Pemilihan Bupati sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU), yang berlangsung di Ballroom Lantai 3 Setkab Mahulu, Rabu (16/4). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, penyelenggara pemilu, perwakilan ASN, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Mahulu Stephanus Madang, Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, menegaskan bahwa PSU bukan sekadar proses administratif, melainkan momentum untuk memperkuat demokrasi yang berintegritas. “PSU Mahulu ini adalah ujian sekaligus cermin kematangan demokrasi di Mahakam Ulu,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan PSU merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif, terutama di tengah meningkatnya tensi politik menjelang pelaksanaan pemilu ulang.
“Kita semua memegang peran penting dalam menciptakan suasana damai dan berkeadaban. Saya berharap ASN, TNI, Polri, serta seluruh peserta sosialisasi dapat menjaga netralitas serta tidak terprovokasi oleh isu-isu destruktif,” ujar Bupati.
Selain itu, dukungan terhadap penyelenggara pemilu menjadi poin penting yang disampaikan. Ia meminta KPU dan Bawaslu untuk menjalankan tugas secara profesional dan transparan, serta aparat keamanan agar terus menjamin stabilitas dan kenyamanan masyarakat.
Bupati Bonifasius juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung kelancaran PSU, mulai dari penyediaan sarana-prasarana hingga jaminan keamanan dan kenyamanan pemilih.
Acara ini turut diwarnai dengan penyampaian materi dari Badan Kepegawaian Negara terkait netralitas ASN, serta pemaparan dari KPU dan Bawaslu Mahakam Ulu mengenai teknis dan pengawasan pelaksanaan PSU.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar pelaksanaan PSU dapat menjadi ajang pembelajaran dan pemersatu, bukan pemecah belah.
Editor : Muhammad Ridhuan