Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wabup Mahulu Tekankan Pembinaan dan Kelembagaan Petani untuk Dorong Sektor Pertanian dan Perkebunan

Jody Kristianto • Jumat, 20 Juni 2025 | 15:06 WIB

Photo
Photo
KOMPAK: Wakil Bupati Mahulu Drs Yohanes Avun (baju biru) abadikan momen bersama usai melepas kontingen Mahulu yang ikut serta PEDA XI Kubar di Ballroom Lantai 3 Setkab Mahulu, Jumat (20/6). JODY KRISTIANTO/KP

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu, Drs. Yohanes Avun menekankan pentingnya pembentukan kelembagaan dan pembinaan yang menyeluruh terhadap kelompok tani, nelayan, dan peternak di Mahulu. Hal ini disampaikannya usai melepas kontingen Pekan Daerah XI Kelompok Tani Nelayan Indonesia (KTNA) Provinsi Kaltim di Kabupaten Kutai Barat.

“Selama ini kita memiliki berbagai komoditi seperti kakao, kopi, dan padi gunung yang sudah berkembang, namun belum maksimal. Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya manajemen pengeluaran pertanian dan kelembagaan petani itu sendiri,” ujar Yohanes Avun, Jumat, (20/6).

Menurutnya, potensi pertanian di Mahulu cukup besar karena tersedianya lahan luas yang cocok untuk berbagai sektor seperti perkebunan, perikanan, peternakan, hingga kultur multikultural. Namun tanpa pembinaan yang terstruktur dan kelembagaan yang kuat, sektor ini belum bisa memberi hasil berkelanjutan.

“Kelembagaannya itu harus dibentuk dulu, supaya pembinaannya bisa berjalan maksimal. Jangan petani dilepas sendiri, harus diarahkan, dibina sampai ke produk akhir bahkan sampai ke pasar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti rendahnya kemampuan produksi skala besar yang menyebabkan Mahulu masih bergantung pada pasokan dari luar, termasuk untuk kebutuhan sayur-mayur. "Sustainable-nya belum ada. Ketika diminta dalam jumlah besar, kita belum mampu memenuhinya," katanya.

Lebih lanjut, Wabup mengusulkan agar petani bisa menanam padi dua kali dalam setahun agar hasil panen meningkat dan Mahulu bisa mencapai swasembada beras.

“Saya sarankan setahun dua kali tanam padi, supaya hasilnya bisa dijual ke luar dan masyarakat kita bisa tercukupi kebutuhan pangannya,” tutup Yohanes Avun. (*)

Editor : Ismet Rifani
#KTNA XI Provinsi Kaltim #Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun