Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bupati Bonifasius Tekankan Nilai Kearifan Lokal dan Persatuan saat Membuka Mubes XII “Pebeka Tawei”

ADV • Kamis, 3 Juli 2025 | 21:05 WIB
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh memukul gong sebagai tanda dimulainya Mubes XII “Pebeka Tawei” Kenyah Lepoq Bakung se-Kalimantan 2025 di Kampung Datah Bilang, Senin (30/6/2025).
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh memukul gong sebagai tanda dimulainya Mubes XII “Pebeka Tawei” Kenyah Lepoq Bakung se-Kalimantan 2025 di Kampung Datah Bilang, Senin (30/6/2025).

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG - Musyawarah Besar (Mubes) XII “Pebeka Tawei” Kenyah Lepoq Bakung se-Kalimantan 2025, resmi dibuka Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh.

Pembukaan mubes ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali. Acara ini digelar di Kampung Datah Bilang, Kecamatan Long Hubung, Senin (30/6). Turut hadir Ketua DPRD Mahulu Devung Paran, Wakil Ketua I DPRD Nor Lili Bulan, serta Plt Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wenefrida Kayang.

Hadir pula perwakilan dari Kodim 0912/Kbr, Polres Mahulu, Camat Long Hubung Mikael Tingang Lung, Ketua Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Bakung Kaltimtara Herman Kila, serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Mahulu.

Dalam sambutannya, Bupati Bonifasius menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Bakung dari Kaltim, Kalimantan Utara (Kaltara), hingga Serawak, Malaysia, tetapi juga sarana strategis pelestarian budaya dan perumusan kebijakan adat.

“Masyawarah ini mempererat kekompakan dan memperkuat jati diri serta solidaritas masyarakat adat dalam menghadapi era perubahan global,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya nilai-nilai luhur suku Dayak Kenyah, seperti gotong royong, toleransi, dan penghargaan terhadap alam. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan fondasi kuat dalam menjaga identitas sekaligus menghadapi tantangan modernisasi. “Tradisi dan kearifan lokal harus diwariskan ke generasi muda, agar menjadi fondasi kukuh bagi masa depan,” tambahnya.  

Bonifasius juga mengapresiasi ragam kegiatan dalam mubes. Mulai dari seminar adat, lomba seni budaya, hingga pertandingan olahraga tradisional dan modern. Semua kegiatan itu dinilai mampu meningkatkan kreativitas dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Bupati mengingatkan makna filosofi “Sapu Lidi” sebagai simbol pentingnya persatuan dalam keberagaman. “Seperti lidi yang lemah jika sendiri, namun kuat jika disatukan. Demikian pula kekuatan masyarakat adat terletak pada solidaritasnya,” tuturnya.

Mengangkat tema “Melalui Mubes Pebeka Tawei Kenyah Lepoq Bakung Ke-XII Tahun 2025, Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan dalam Meneguhkan Jati Diri, Menguatkan Solidaritas untuk Mewujudkan Kedaulatan Masyarakat Adat di Era Perubahan Global”, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi masyarakat adat yang mandiri dan berdaya saing.

“Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, Musyawarah Besar XII Pebeka Tawei Dayak Kenyah Lepoq Bakung secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkas Bupati dengan semangat. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Gotong-royong #Bonifasius Belawan Geh #toleransi #MUBES #Dayak Kenyah