UJOH BILANG – Ketua Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) sekaligus Kepala Dinas Perhubungan Mahakam Ulu (Mahulu), Fransiskus Xaverius Lawing, menegaskan forum yang baru dikukuhkan itu tidak boleh berhenti pada tataran administratif. Ia ingin FLLAJ benar-benar hidup dan bekerja nyata dalam mengurai berbagai persoalan transportasi di Mahulu.
“FLLAJ ini jangan cuma jadi forum di atas kertas. Harus aktif, memberi solusi, dan jadi wadah koordinasi yang nyata di lapangan,” tegas Lawing, usai pengukuhan pengurus FLLAJ Mahulu Tahun 2025 di Kantor Bupati, Rabu (5/11).
Menurutnya, pembentukan forum ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dan PP Nomor 37 Tahun 2011. Namun, ia menekankan, yang lebih penting adalah bagaimana FLLAJ berfungsi sebagai jembatan komunikasi lintas sektor, antara pemerintah, aparat, akademisi, pengusaha, dan masyarakat.
“Transportasi itu tidak bisa dikelola sepihak. Kita butuh sinergi semua unsur agar lalu lintas di Mahulu berjalan aman, tertib, dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Lawing menilai, peran forum ini akan berfokus pada empat hal utama. Pertama, meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama memperkuat akses jalan darat ke kampung-kampung dan percepatan pembangunan Bandara Ujoh Bilang. Kedua, mendorong edukasi keselamatan berlalu lintas agar kesadaran masyarakat meningkat.
Ketiga, memperhatikan kualitas infrastruktur jalan melalui rekomendasi pemeliharaan rutin. Dan keempat, membangun kolaborasi lintas instansi dalam penanganan masalah transportasi.
“Forum ini harus bisa melahirkan gagasan dan tindakan konkret. Banyak masalah transportasi yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu dinas, jadi forum ini harus hadir sebagai penghubung,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan FLLAJ sepenuhnya bergantung pada komitmen dan partisipasi aktif semua pihak. Tanpa kolaborasi, Lawing menilai forum hanya akan jadi nama tanpa makna.
“Kalau semua elemen bergerak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta, saya yakin Mahulu bisa punya sistem transportasi yang lebih tertib, aman, dan efisien,” ujar Lawing.
Ia memastikan setelah pengukuhan, FLLAJ akan langsung bergerak dengan memetakan isu-isu prioritas transportasi daerah, termasuk jalur rawan dan peningkatan keselamatan pengguna jalan.
“Forum ini tidak untuk seremoni. Kita ingin FLLAJ jadi ruang kerja bersama yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkas Lawing.
Editor : Muhammad Ridhuan