Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

BIMA ETAM Dorong UMKM Mahulu Naik Kelas, Bupati Angela Tekankan Inklusi Keuangan

Jody Kristianto • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:11 WIB
UMKM: Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dan Wakil Bupati Suhuk melihat produk unggulan UMKM Mahulu yang sudah tersebar di Ballroom Lantai 3 Kantor Bupati, Rabu (11/2).
UMKM: Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dan Wakil Bupati Suhuk melihat produk unggulan UMKM Mahulu yang sudah tersebar di Ballroom Lantai 3 Kantor Bupati, Rabu (11/2).

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mendorong penguatan peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) yang digelar di Ujoh Bilang, Rabu (11/2).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), lembaga jasa keuangan, serta pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Angela menegaskan UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal, pencipta lapangan kerja, sekaligus penopang ketahanan ekonomi kampung.

Namun, pelaku usaha masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya literasi keuangan, hingga minimnya pendampingan berkelanjutan.

“Karena itu, inklusi keuangan menjadi kunci penting agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh, berkembang, dan naik kelas secara sehat serta berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program BIMA ETAM merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta industri keuangan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan business matching, edukasi keuangan, dan konsultasi usaha secara langsung bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif sangat penting bagi Mahulu yang memiliki tantangan geografis cukup berat. Dengan demikian, akses terhadap layanan keuangan dapat tetap terbuka, merata, dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha.

Angela juga menyoroti kondisi ekonomi yang tengah mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran. Dalam situasi tersebut, UMKM dinilai menjadi salah satu tumpuan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ia pun menyampaikan harapan kepada lembaga jasa keuangan agar terus menghadirkan skema pembiayaan yang inklusif dan adaptif, disertai pendampingan nyata bagi pengembangan usaha masyarakat.

Sementara kepada pelaku UMKM, Angela mengajak agar memanfaatkan momentum kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman dalam pengelolaan usaha serta literasi keuangan.

“Gunakan kesempatan ini untuk memperkuat kemampuan mengelola keuangan usaha secara sehat dan berkelanjutan,” pesannya.

Ia menambahkan, pada 2025 lalu program BIMA ETAM telah mencatat capaian penyaluran kredit kepada 343 debitur UMKM di kabupaten/kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Pemkab Mahulu berharap pelaku UMKM di wilayahnya juga dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.

Mengakhiri sambutannya, Angela menyatakan kegiatan BIMA ETAM Mahakam Ulu resmi dibuka, dengan harapan membawa manfaat nyata bagi penguatan UMKM serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“UMKM adalah penggerak perekonomian, menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan. Sinergi BIMA ETAM menjadi dorongan agar UMKM Mahulu naik kelas dan berkembang,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Suhuk #bupati mahulu #penyaluran kredit #lapangan kerja #Angela Idang Belawan #UMKM Mahulu #pembiayaan inklusif #bank indonesia #ketahanan ekonomi #otoritas jasa keuangan #literasi keuangan #UMKM Naik Kelas #pelaku umkm #Akses Pembiayaan