UJOH BILANG – Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, akhirnya resmi difungsikan. Ketua DPRD Mahakam Ulu, Devung Paran, menyambut baik peresmian tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terkait dengan pandangan atas terjadinya peresmian Puskesmas Pembantu di Kampung Long Tuyoq hari ini, tentunya kita bersyukur. Kita berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mengambil bagian hingga akhirnya Pustu ini bisa difungsikan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (3/3).
Ia mengakui, bangunan Pustu tersebut telah cukup lama berdiri sebelum akhirnya dioperasikan tahun ini. Meski demikian, DPRD tetap memandang kehadirannya sebagai langkah penting bagi pelayanan dasar masyarakat.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Mahulu Diserbu Warga, Stok dan Harga Masih Aman
“Walaupun sudah berusia enam tahun baru diresmikan oleh pemerintah, tapi pada intinya kita bersyukur karena Pustu ini sudah dapat dioperasikan,” tegasnya. Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Pustu Kampung Liuq Mulang yang selama ini turut berperan besar dalam pelayanan kesehatan lintas kampung, selama Pustu Long Tuyoq belum diresmikan.
“Selama ini Pustu Liuq Mulang menjadi penyangga layanan kesehatan di Kampung Long Tuyoq. Kami juga mengapresiasi Pustu Kampung Liuq Mulang yang sudah luar biasa membantu pelayanan kesehatan di dua kampung ini,” katanya.
Ia menekankan, keberadaan Pustu merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dan DPRD dalam mendekatkan layanan kesehatan hingga ke kampung. “Ini sangat penting. Ini komitmen pemerintah daerah dan DPRD untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dan pemerataan kesehatan kepada masyarakat di setiap kampung,” ucapnya.
Baca Juga: Usai Apel Siaga, Wakapolres Mahulu Tegaskan Penguatan Patroli Selama Ramadan
Selain berfungsi kuratif, Pustu juga dinilai vital untuk upaya pencegahan dan penanganan awal. “Kehadiran Pustu ini sangat penting karena merupakan layanan untuk pencegahan dan penanganan. Ini kebutuhan pokok masyarakat untuk penanganan awal,” jelasnya.
Namun demikian, Devung mengingatkan peningkatan layanan kesehatan juga harus dibarengi perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan. “Yang sangat dibutuhkan saat ini yaitu akses jalan. Karena akses antar kampung dan kecamatan masih sangat sulit, dan itu yang sedang kita perjuangkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD terus mendorong pemerataan fasilitas kesehatan melalui mekanisme penganggaran yang berangkat dari aspirasi masyarakat.
Baca Juga: Wabup Mahakam Ulu Harap Bulog Percepat Pembangunan Gudang, Bapanas Siap Dukung
“Peran DPRD dalam penganggaran melalui reses dan musrenbang dari tingkat kampung, kecamatan sampai kabupaten,” jelasnya. DPRD, lanjutnya, telah meminta Dinas Kesehatan bersama pemerintah kampung dan kecamatan untuk menginventarisasi wilayah yang belum memiliki Pustu.
“Supaya kampung-kampung yang belum tersentuh bisa kita anggarkan pada tahun berikutnya. Mudah-mudahan layanan kesehatan melalui Pustu di setiap kampung segera direalisasikan,” harapnya. Devung juga menyoroti minimnya sarana prasarana kesehatan di Mahakam Ulu yang masih perlu diperkuat.
“Kelengkapan fasilitas kesehatan tidak hanya di Long Pahangai, tapi di Mahakam Ulu ini masih sangat minim. Kita harus berjuang menggunakan APBD sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Mahulu Sidak Pasar Ujoh Bilang, Pastikan Harga Terkendali dan Siapkan Operasi Pasar
Menurutnya, penguatan alat kesehatan dan tenaga medis penting agar rujukan pasien ke luar daerah dapat ditekan. “Saat ini kita harus membayar anggaran BPJS untuk rujukan ke luar daerah, ke Kubar atau Samarinda, kurang lebih delapan miliar. Kalau fasilitas kita lengkap, APBD kita bisa kembali ke daerah,” tegasnya.
Selain infrastruktur, DPRD juga menyoroti kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes). “Harapannya DPRD dan pemerintah harus bersinergi supaya tenaga kesehatan juga diperhatikan kesejahteraannya,” katanya.
Ia menegaskan, kualitas SDM kesehatan harus diimbangi dukungan fasilitas kerja yang memadai. “Tenaga medis kita sudah punya ilmu yang baik, tapi kalau tidak difasilitasi sarana prasarana yang memadai, tentu tidak sinkron,” ujarnya.
DPRD, kata dia, juga telah memperjuangkan tenaga medis yang belum terakomodasi dalam skema PPPK paruh waktu dengan melakukan kunjungan ke BKD Provinsi dan Kemenpan RB untuk meminta afirmasi khusus.
Baca Juga: 1.888 PPPK Terima SK, Bupati Mahulu Tegaskan Tak Ada Lagi Honorer
“Karena ini sangat krusial di Mahakam Ulu, apalagi tingkat kemiskinan kita tinggi dan IPM kita masih rendah,” tegasnya. Di akhir pernyataannya, Devung mengimbau masyarakat Long Tuyoq tetap menjaga kesehatan meski fasilitas sudah tersedia.
“Saya menganjurkan masyarakat supaya tetap menjaga kesehatan, supaya tidak perlu menjadi pasien Pustu ini,” pesannya. Ia berharap Pustu lebih banyak dimanfaatkan untuk layanan promotif dan preventif seperti pemeriksaan ibu hamil, balita, pemberian vitamin, dan penyuluhan kesehatan.
“Karena ketika pasien banyak, artinya kualitas kesehatan masyarakat kita tidak baik,” katanya. Ia pun mengajak seluruh elemen ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Tidak hanya tenaga Pustu, tetapi masyarakat dan pemerintah kampung juga harus mengambil bagian untuk menjaga dan merawat Pustu ini dengan baik,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki