Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kebakaran di Long Apari Mahulu Hanguskan Enam Rumah dan Satu TK, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 2 Miliar

Jody Kristianto • Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:28 WIB

Bangunan di Long Apari, Mahulu yang terbakar.
Bangunan di Long Apari, Mahulu yang terbakar.

KALTIMPOST.ID-Kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Tiong Bu’u, Kecamatan Long Apari, Mahakam Ulu (Mahulu), Sabtu (14/3) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 Wita itu menghanguskan enam rumah warga serta satu unit bangunan taman kanak-kanak (TK). Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang pelajar bernama Paulin Ubeq (14).

Saat itu ia sedang berada di dalam kamar rumahnya dan merasakan suhu ruangan yang semakin panas.

Curiga dengan kondisi tersebut, Paulin keluar dari kamar dan meninggalkan rumah. Ketika berada di luar, ia melihat kobaran api sudah membakar rumah milik Halim yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Melihat kejadian tersebut, Paulin segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Teriakan itu didengar oleh Tasya (24), seorang karyawan Bankaltimtara yang juga merupakan warga setempat.

Tasya kemudian bergegas menuju masjid menggunakan sepeda motor untuk memberitahukan warga yang saat itu sedang berkumpul di lokasi tersebut agar segera membantu memadamkan api.

Namun dalam waktu singkat, api semakin membesar dan dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat kobaran api sulit dikendalikan.

Api akhirnya melahap enam unit rumah warga serta satu bangunan sekolah TK yang berada di kawasan tersebut.

Warga setempat berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya sambil mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam rumah.

Sejumlah warga juga berusaha memindahkan barang berharga dan dokumen penting untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, beberapa warga terdampak harus kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka hangus terbakar.

Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian warga di wilayah perbatasan tersebut. Selain karena kerugian yang cukup besar, kondisi permukiman yang didominasi rumah berbahan kayu membuat risiko kebakaran relatif tinggi.

Pemerintah kampung bersama aparat setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi sumber api yang dapat memicu kebakaran.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat juga masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak guna memastikan langkah penanganan dan bantuan yang diperlukan bagi korban kebakaran. (rd)

Editor : Romdani.
#kebakaran rumah #penajam paser utara #ibu kota nusantara #Mahakam Ulu #Kutai Barat