KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan mengapresiasi tingginya semangat dan nasionalisme para siswa yang tetap mengikuti upacara meski diguyur hujan. Upacara peringatan tersebut dilaksakan di Tribune Ujoh Bilang, Senin (4/5).
“Hari ini luar biasa, antusias anak-anak. Walaupun dengan cuaca hujan, mereka tetap kekeh mengikuti upacara. Itu artinya anak-anak di Mahakam Ulu juga mempunyai rasa nasionalisme yang sangat tinggi,” ujarnya usai memimpin upacara.
Dalam kesempatan itu, Angela juga menyinggung kondisi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Mahulu. Ia mengungkapkan, pemerintah daerah saat ini menghadapi kendala terkait regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang tidak lagi memperbolehkan pemberian insentif kepada tenaga PAUD non-ASN.
Baca Juga: Reksa Dana Kian Diminati, Penjualan Capai Rp 856 Miliar
“Saya kemarin sudah bertemu dengan wakil menteri, dan kita sampaikan bahwa ada regulasi-regulasi terbaru. Selama ini kita memberikan insentif untuk guru-guru PAUD, tapi tahun ini tidak bisa kita berikan karena aturan tidak memperbolehkan untuk yang di luar ASN,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan sektor pendidikan di Mahulu, terutama PAUD yang dinilai sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.
“PAUD buat saya adalah yang utama. Fondasi awal pendidikan itu di PAUD. Percuma kalau saat SD anak dipaksa belajar keras, tapi kepribadian sejak awal tidak dibentuk dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, Angela juga memaparkan sejumlah program pembangunan fasilitas pendidikan di Mahulu yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Di antaranya pembangunan sekolah rakyat oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia serta program sekolah terintegrasi dari kementerian pendidikan.
Baca Juga: Guru dan Tenaga Honorer Pendidikan di Kutim Demo, Tuntut Kepastian Status dan Prioritas P3K 2026
Saat ini, pembangunan sekolah terintegrasi tengah berproses di Kecamatan Long Bagun, yang telah menyiapkan lahan sekitar 2 hingga 3 hektare sebagai syarat pembangunan.
“Program pusat ini luar biasa. Tidak hanya bangunan, tapi juga sarana-prasarana dan pelatihan untuk guru-guru yang akan ditempatkan di sana,” ungkapnya.
Ia menilai secara umum fasilitas pendidikan di Mahulu sudah semakin memadai. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk terus memotivasi anak-anak agar berani mengejar cita-cita.
“Fasilitas pendidikan kita sebenarnya sudah cukup. Tinggal bagaimana kita mendorong anak-anak kita untuk mengejar cita-cita mereka setinggi langit,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto