Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Air Mahakam Bergeser ke Hilir, BPBD Mahulu Minta Warga Waspada

Jody Kristianto • Rabu, 20 Mei 2026 | 11:54 WIB

 

TERUS DIPANTAU: Tim BPBD Mahulu terus melakukan pemantauan muka air Mahakam pada Selasa (19/5) malam. IST
TERUS DIPANTAU: Tim BPBD Mahulu terus melakukan pemantauan muka air Mahakam pada Selasa (19/5) malam. IST

UJOH BILANG – Debit air Sungai Mahakam di wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai menunjukkan penurunan. Namun, kondisi banjir kini bergerak ke wilayah hilir dan mulai berdampak di sejumlah kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Mahulu Agus Darmawan mengatakan, mulai Rabu (20/5), kondisi banjir di Kecamatan Long Pahangai berangsur surut. Namun, debit air mulai mengarah ke wilayah bawah seperti Long Bagun, Laham hingga Long Hubung.

Baca Juga: Sungai Mahakam Meluap, Jalan Muara Bunyut - Melak Terendam, BPBD Kubar Minta Warga Siaga 

“Untuk tanggal 20 ini, Long Pahangai sudah mulai surut signifikan. Air sekarang mengarah ke Long Bagun, Laham dan Long Hubung,” ujarnya ditemui usai upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Ujoh Bilang, Rabu (20/5).

Dia menjelaskan, hujan yang mengguyur wilayah Mahulu sepanjang hari sebelumnya membuat debit air Mahakam belum turun maksimal. Namun, hasil pemantauan pagi hari menunjukkan adanya penurunan sekitar 20 sentimeter di kawasan Ujoh Bilang. "Di Long Hubung pagi ini sudah ada beberapa rumah warga yang tergenang,” katanya.

BPBD Mahulu, lanjut Agus, masih terus melakukan patroli dan pemantauan ke wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Long Hubung dan Laham.

Baca Juga: Peringati Harkitnas Ke-118, Pemkab Kutim Tekankan Penguatan Literasi Digital Generasi Muda

Meski banjir mulai meluas, BPBD belum menetapkan status siaga darurat. Sebab genangan masih terjadi di titik-titik rendah dan belum merata.

“Kalau di Matalibaq memang sebagian besar terdampak karena wilayah dataran rendah. Rumah warga yang posisinya di bawah tiga meter rata-rata terendam,” jelasnya.

Menurut Agus, lambatnya penyurutan air juga dipengaruhi kondisi di wilayah hilir yang masih dipenuhi debit air besar. Karena itu, pihaknya berharap tidak ada hujan dalam beberapa hari ke depan agar air cepat surut.

“Kalau hari ini tidak hujan, kemungkinan air sudah mulai terlihat turun,” ucapnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat di wilayah hilir Mahulu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kiriman banjir. Terutama warga yang tinggal di bantaran Sungai Mahakam.

“Kami minta masyarakat tetap waspada karena air sudah mengarah ke tiga kecamatan di bawah,” tegasnya.

Baca Juga: Harga Hasil Pertanian Menguat, NTP Kaltim Ikut Terkerek

Selain itu, warga diminta sementara waktu mengurangi aktivitas menggunakan transportasi sungai. Pasalnya arus Sungai Mahakam saat ini cukup deras dan berpotensi membahayakan keselamatan.

“Untuk sementara jangan dulu menggunakan jalur transportasi air agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#banjir #Mahakam Ulu #Mahakam #bpbd