UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, memimpin apel siaga bencana banjir, dan gelar pasukan serta peralatan Kabupaten Mahulu 2026 di Lapangan Ujoh Bilang, Kamis (21/5).
Dalam kesempatan itu, Suhuk membacakan sambutan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi banjir di wilayah Mahulu.
Baca Juga: Hasil Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya: 16 Orang Ditangkap Dalam 3 Hari
Dalam sambutannya, pemerintah daerah mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh bersifat situasional, melainkan harus menjadi budaya yang dibangun secara terus-menerus di tengah masyarakat.
“Pada kesempatan ini kita melaksanakan apel kesiapsiagaan. Namun, di saat yang sama, kita juga menyadari bahwa di beberapa kampung di Mahulu, masyarakat kita sedang menghadapi banjir yang nyata,” ujar Suhuk saat membacakan sambutan Bupati Mahulu.
Disebutkan, kondisi banjir yang terjadi saat ini menjadi pengingat bahwa risiko bencana di Mahulu tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Sungai Mahakam sebagai nadi kehidupan masyarakat. Di satu sisi sungai menjadi sumber kehidupan, namun di sisi lain juga menyimpan potensi bencana.
Baca Juga: Delegasi KONI Kaltim di Rakernas KONI 2026, Apresiasi Sukses PON XXI 2024
Karena itu, pemerintah daerah menilai upaya kesiapsiagaan harus terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan geografis Mahulu yang cukup berat, khususnya di wilayah hulu.
Dalam sambutan tersebut, bupati Mahulu menekankan tiga poin utama kepada seluruh unsur penanganan bencana. Pertama, pentingnya uji fungsi koordinasi antar organisasi perangkat daerah, dan seluruh unsur terkait dalam struktur komando penanganan darurat.
“Kedua, kesiapan alat dan personel harus benar-benar dipastikan, agar seluruh peralatan dapat digunakan saat kondisi darurat terjadi,” lanjutnya.
Baca Juga: Pemkab Kubar Dorong Angkutan Barang Berkeselamatan: Sinergi Menuju Zero ODOL 2027
Sementara poin ketiga adalah pentingnya respons cepat dan tepat, terutama dalam penyampaian informasi dari wilayah hulu menuju hilir guna meminimalisasi keterlambatan penanganan dan penyelamatan warga terdampak.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi bencana banjir yang sedang terjadi di sejumlah kampung.
“Kita mungkin tidak bisa menghentikan hujan, tetapi kita bisa memastikan tidak ada warga yang menghadapi bencana sendirian,” kata Suhuk membacakan sambutan tersebut.
Baca Juga: Karst Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Pengakuan Dunia, Kutim Bidik Potensi Wisata
Apel siaga tersebut juga dirangkai dengan simulasi penanganan banjir terpadu yang melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, BPBD, relawan kemanusiaan, serta masyarakat.
Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana banjir di Tanaa Urip Kerimaan. (*)
Editor : Dwi Restu A