Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PUPR Mahulu Benahi SPAM, Andalkan Sumber Mata Air untuk Penuhi Kebutuhan 20 Tahun ke Depan

Jody Kristianto • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:09 WIB
BISA DIMAKSIMALKAN: Penampungan air gunung dari Simpang Aguan sudah befungsi dan jadi sumber air bersih.
BISA DIMAKSIMALKAN: Penampungan air gunung dari Simpang Aguan sudah befungsi dan jadi sumber air bersih.

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus berupaya membenahi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang selama ini menghadapi berbagai kendala, mulai persoalan kelembagaan hingga infrastruktur yang belum terintegrasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mahulu Didik Subagya mengungkapkan, sebagian besar infrastruktur SPAM yang ada saat ini merupakan pembangunan lama yang diserahkan tanpa pengelolaan yang jelas.

Baca Juga: Bar Take Over Aston Samarinda Tarik Antusiasme Pecinta Kopi

"SPAM yang dibangun sejak masih bergabung dengan Kutai Kartanegara dulu banyak yang setelah diserahkan tidak ada yang mengelola. Sementara kelembagaan pengelola SPAM di Mahulu sendiri baru terbentuk pada 2023," ujarnya.

Menurut Didik, keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan SPAM. Karena itu, beberapa sistem yang telah dibangun, seperti di Kampung Mamboq direncanakan akan diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah kampung.

"Kami tidak memiliki cukup personel untuk mengelola semuanya. Tapi kalau tidak ada pengelola, nanti kondisinya bisa seperti dulu, terbengkalai dan akhirnya mangkrak," katanya.

Baca Juga: Sudah Masuk Rekening kah? Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Bertahap Mulai 2 Juni

Namun, Didik menilai pelayanan air bersih di wilayah ibu kota kabupaten, Ujoh Bilang, sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan cakupan layanan mencapai lebih 70 persen.

Untuk pengembangan ke depan, Pemkab Mahulu memutuskan tidak lagi mengandalkan sumber air baku dari Sungai Mahakam. Keputusan tersebut diambil setelah hasil uji laboratorium menunjukkan kualitas air sungai tidak layak dijadikan bahan baku air minum tanpa pengolahan yang rumit dan berbiaya tinggi.

"Dari hasil laboratorium, air Mahakam tidak layak menjadi air baku. Kalau dipaksakan, perlakuannya banyak, penggunaan bahan kimia banyak, dan prosesnya panjang," jelasnya.

Baca Juga: PUPR Mahulu Dorong Percepatan Infrastruktur, Jalan dan Jembatan Perbatasan Jadi Prioritas

Sebagai alternatif, Pemkab Mahulu memilih memanfaatkan sumber mata air di kawasan Long Melaham (Lome) dan Simpang Aguan. Berdasarkan hasil kajian, kedua sumber air tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Mahulu hingga 20 tahun mendatang.

"Dengan estimasi pertumbuhan penduduk sekitar lima persen, kebutuhan air sampai 20 tahun ke depan masih bisa dipenuhi. Debit dua sumber air itu bahkan mampu mencapai sekitar 50 liter per detik," ungkap Didik.

Tahun ini, pembangunan infrastruktur SPAM difokuskan di kawasan Lome. Selanjutnya, pemerintah juga merencanakan pembangunan booster di belakang kawasan perkantoran yang berada di sekitar rumah jabatan petinggi untuk memperluas jangkauan distribusi air.

Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengatasi persoalan layanan air bersih di Long Bagun, yang hingga kini belum terlayani secara optimal akibat sistem lama yang tidak lagi berfungsi.

Baca Juga: Gencatan Senjata Terancam Batal, AS Bom Iran, Teheran Balas Rudal Pangkalan Militer di Kuwait

"Saya merasa miris juga, masa Long Bagun tidak ada air. Karena itu kami usahakan agar jaringan yang ada bisa terkoneksi dan berfungsi kembali," katanya.

Didik menjelaskan, sistem distribusi yang sedang dikembangkan mengandalkan gravitasi sehingga tidak memerlukan pompa dalam operasionalnya. Dengan metode tersebut, biaya operasional dapat ditekan secara signifikan.

"Kami tidak memakai pompa. Air mengalir dengan tekanan gravitasi. Pengalaman kami, kalau mengandalkan mesin, biaya operasional tinggi dan perawatannya juga berat," tuturnya.

Selain membangun infrastruktur baru, Dinas PUPR juga tengah berupaya menghubungkan berbagai jaringan SPAM yang sebelumnya dibangun secara terpisah dan tidak saling terintegrasi.

Baca Juga: Evaluasi Parkir dan Keterisian Lapak di Pasar Pagi yang Dianggap Masih Sepi Pengunjung

"Ini tantangan kami. Banyak jaringan lama yang tidak terkoneksi, bahkan kami harus mencari satu per satu jalurnya. Sekarang kami berusaha menghubungkan semuanya agar pelayanan lebih optimal," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#spam #pupr #Pemkab Mahulu #sumber air