Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Evaluasi Parkir dan Keterisian Lapak di Pasar Pagi yang Dianggap Masih Sepi Pengunjung

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
SEPI: Pasar Pagi Samarinda masih belum ramai pengunjung, dan pemkot berencana mengevaluasi sejumlah faktor. 
SEPI: Pasar Pagi Samarinda masih belum ramai pengunjung, dan pemkot berencana mengevaluasi sejumlah faktor. 

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Megah dari luar, modern di dalam, sayangnya wajah baru Pasar Pagi Samarinda yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 468,5 miliar masih menghadapi pekerjaan rumah besar.

Aktivitas jual beli belum seramai yang diharapkan. Sejumlah pedagang mengeluhkan minimnya pengunjung yang datang berbelanja ke pasar tradisional terbesar di Kota Tepian itu.

Advertisement

Pemkot mulai mengevaluasi sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab sepinya pasar, mulai sistem parkir hingga tingkat keterisian lapak pedagang.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, evaluasi terus dilakukan untuk mencari solusi agar aktivitas perdagangan di Pasar Pagi kembali bergairah.

Advertisement

 "Ini sedang kami evaluasi terus. Salah satunya sistem parkirnya juga akan kami evaluasi. Karena sekarang menggunakan parkir progresif. Kemudian masih ada sebagian pedagang yang belum masuk dan menempati lapaknya," ujarnya, Senin (1/6).

Menurutnya, kondisi sepi tidak hanya terjadi di Pasar Pagi. Hampir seluruh pasar tradisional di Samarinda mengalami situasi serupa akibat melemahnya daya beli masyarakat dan semakin ketatnya persaingan dengan platform belanja daring.

"Pasar Segiri mengeluh, Pasar Sungai Dama juga, Pasar Merdeka juga sama. Jadi memang ada beberapa faktor. Salah satunya daya beli masyarakat yang menurun dan persaingan dengan pasar online yang sekarang sangat masif," jelasnya.

Marnabas menilai perkembangan perdagangan digital menjadi tantangan yang harus dihadapi para pedagang pasar tradisional. Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan pedagang dalam menarik minat pembeli.

Menurutnya, pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin mengutamakan kemudahan dan kenyamanan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BBM Subsidi di PPU: Cek Realisasi Penyaluran dan Harga HET

BBM Subsidi di PPU: Cek Realisasi Penyaluran dan Harga HET

Pemkab PPU memantau distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kg di Kecamatan Sepaku untuk pastikan penyaluran tepat sasaran dan harga sesuai HET.

Heboh Lokasi Koperasi Merah Putih Dianggap Terisolasi, Kemenkop Buka Suara

Heboh Lokasi Koperasi Merah Putih Dianggap Terisolasi, Kemenkop Buka Suara

Kemenkop evaluasi Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai terpencil. Lokasinya didekatkan ke sentra panen untuk serap cepat hasil bumi.

 Karhutla, DPR RI Minta Evaluasi Kinerja Menhut Raja Juli Antoni

Karhutla, DPR RI Minta Evaluasi Kinerja Menhut Raja Juli Antoni

Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mendesak evaluasi Menhut Raja Juli Antoni terkait karhutla berulang dan evaluasi total pencegahan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer