Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pelebaran Jalan Tering–Long Bagun Segmen 2 Dikebut, Fokus Perkuat Lereng dan Keselamatan

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:49 WIB
PEKERJAAN: Pekerjaan pelebaran ruas jalan Tering–Long Bagun Segmen 2 terus berlangsung untuk meningkatkan konektivitas menuju wilayah Mahulu.
PEKERJAAN: Pekerjaan pelebaran ruas jalan Tering–Long Bagun Segmen 2 terus berlangsung untuk meningkatkan konektivitas menuju wilayah Mahulu.

SENDAWAR – Peningkatan konektivitas di wilayah perbatasan Kalimantan Timur terus menjadi fokus pemerintah. Saat ini, pekerjaan pelebaran Jalan Tering–Long Bagun 8 memasuki Segmen 2 dengan fokus pada penataan geometri badan jalan melalui penggalian lereng untuk meningkatkan kapasitas sekaligus keselamatan pengguna jalan.

Pekerjaan pada Segmen 2 merupakan kelanjutan dari tahapan yang telah dimulai dua pekan sebelumnya. Segmen ini memiliki panjang penanganan sekitar 4.213 meter, lebih panjang dibanding Segmen 1 yang mencapai 3.167 meter.

Baca Juga: Jalan Sp Belusuh–Mentiwan Dikebut, Tanjakan Rawan Kecelakaan Jadi Prioritas Perbaika

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, sejumlah alat berat seperti excavator dan dump truck dikerahkan guna melakukan penggalian serta pengangkutan material secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas lereng dan memastikan struktur jalan tetap aman.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbatasan 2 BBPJN Kalimantan Timur, Prima F, mengatakan penataan geometri jalan menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas ruas Tering–Long Bagun.

“Pekerjaan di Segmen 2 ini merupakan lanjutan dari tahapan yang sudah dimulai sebelumnya. Fokus kami adalah memastikan peningkatan geometrik jalan dapat berjalan sesuai standar, baik dari sisi lebar maupun keamanan pengguna jalan,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Selain pekerjaan pelebaran, kontraktor pelaksana PT Bumi Karsa juga melakukan pemeliharaan akses jalan pada sejumlah titik yang rawan mengalami kerusakan akibat cuaca. Langkah tersebut dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap terjaga selama proyek berlangsung.

“Dalam kondisi cuaca hujan, risiko kerusakan permukaan jalan meningkat. Karena itu, pemeliharaan akses menjadi bagian penting agar mobilitas masyarakat tetap terjaga dan pekerjaan tetap berjalan seimbang,” tambah Prima.

Baca Juga: Prioritaskan Ruas Rusak di Kampung Payung-Payung Pulau Maratua, Pemkab Berau Usulkan Rehabilitasi Jalan Maratua Rp 7,5 Miliar 

Proyek peningkatan jalan ini mendapat respons positif dari masyarakat Mahakam Ulu yang selama ini bergantung pada ruas Tering–Long Bagun sebagai jalur utama distribusi logistik dan mobilitas warga.

Salah seorang warga, Milang (45), berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai target dan menghasilkan kualitas jalan yang lebih baik.

“Harapannya perbaikan berjalan dengan baik, sesuai standar dan tidak ada lagi titik ruas jalan yang rusak parah. Kami berterima kasih kepada pemerintah,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas pekerjaan, pengawasan dilakukan secara berlapis oleh konsultan supervisi dan tim pengawas lapangan. Seluruh tahapan konstruksi diwajibkan memenuhi spesifikasi teknis serta standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dengan progres yang terus berjalan, peningkatan kapasitas Jalan Tering–Long Bagun diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah Mahakam Ulu, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Kalimantan Timur.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Jalan Tering Long Bagun #pelebaran jalan Mahulu #infrastruktur perbatasan Kaltim #BBPJN Kaltim #Mahakam Ulu