KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, resmi membuka Sosialisasi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 Megawatt di Ballroom Lantai III Kantor Bupati, Senin (6/7).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengenai rencana investasi strategis yang diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Mahakam Ulu.
Dalam sambutannya, Bupati Angela mengatakan, Mahakam Ulu memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar dan harus dikelola secara bijaksana, agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi tersebut berada di kawasan Batoq Kelo Atas yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur.
Baca Juga: Pasar Tiongkok Makin Dominan, Serap Sepertiga Ekspor Nonmigas Kaltim
Menurutnya, akses menuju kawasan tersebut masih cukup sulit, baik melalui jalur darat maupun sungai. Selain itu, jaringan telekomunikasi masih belum merata, bahkan sejumlah titik masih mengalami blank spot. Sementara kebutuhan listrik masyarakat hingga kini masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal dengan kapasitas yang belum mampu melayani kebutuhan listrik selama 24 jam.
"Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, kita patut bersyukur karena potensi yang dimiliki Batoq Kelo mulai mendapat perhatian dari dunia usaha melalui rencana pembangunan PLTA Batoq Kelo berkapasitas 300 Megawatt," ujar Angela.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, ia menyampaikan apresiasi kepada PT Tujuan Mulia Makmur, yang telah menunjukkan komitmennya berinvestasi di Mahakam Ulu. Menurutnya, investasi tersebut tidak hanya menghadirkan pembangkit listrik, tetapi juga membuka peluang percepatan pembangunan wilayah, peningkatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Baca Juga: Selter Lima Posisi Kepala Dinas PPU Resmi Dibuka, ini Jadwal dan Syaratnya
Angela menilai kawasan yang selama ini dikenal terpencil ternyata memiliki potensi besar yang mampu menarik investasi berskala nasional. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menyambut rencana pembangunan tersebut dengan sikap terbuka, bijaksana, dan penuh tanggung jawab.
Namun, Bupati menegaskan pembangunan harus tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat memperoleh informasi secara utuh mengenai rencana pembangunan, manfaat yang akan diperoleh, maupun potensi dampak sosial yang mungkin muncul.
Dengan demikian, seluruh aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara terbuka dan transparan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
Kepada PT Tujuan Mulia Makmur, Angela berharap perusahaan terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal sesuai kompetensi yang dimiliki. Juga mengingatkan pentingnya menghormati nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Mahakam Ulu dalam setiap tahapan pembangunan.
Baca Juga: Alih Fungsi ke Sawit, Luas Lahan Karet di PPU Tersisa 6.000-an Hektare
"Saya optimistis apabila pemerintah, masyarakat, dan pihak perusahaan berjalan bersama dalam semangat kemitraan, PLTA Batoq Kelo akan menjadi salah satu tonggak penting pembangunan Mahakam Ulu. Kehadirannya bukan hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga menjadi simbol bahwa Mahakam Ulu mampu bangkit, berkembang, dan sejajar dengan daerah-daerah lain di Kalimantan Timur maupun Indonesia," tegasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A