Wabup Mahulu Buka Sosialisasi Amdal Pariwisata Mahulu, Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan

Jody Kristianto • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:14 WIB
SOSIALISASI: Wakil Bupati Suhuk membacakan sambutan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan pada pembukaan Sosialisasi Amdal Pariwisata Mahulu di Kantor Bupati, Rabu (29/7). (JODY KRISTIANTO/KP)
SOSIALISASI: Wakil Bupati Suhuk membacakan sambutan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan pada pembukaan Sosialisasi Amdal Pariwisata Mahulu di Kantor Bupati, Rabu (29/7). (JODY KRISTIANTO/KP)

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) terus memantapkan langkah pengembangan sektor pariwisata melalui penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sebagai landasan pembangunan yang berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi dan Publikasi Amdal Sentra Pariwisata Mahakam Ulu 2026 yang digelar di Ballroom Lantai III Kantor Bupati, Rabu (29/7).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Angela Idang Belawan.

Baca Juga: Wabup Suhuk Optimistis Paskibraka Mahulu Mampu Tugas dengan Baik, Pemkab Siapkan Solusi Keterbatasan Fasilitas

Dalam sambutan Bupati Angela Idang Belawan yang disampaikan Suhuk, ditegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu strategi Pemkab Mahulu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sejalan dengan visi pembangunan "Mahulu Maju, Merata, dan Berkelanjutan."

"Melalui pengembangan kawasan sentra pariwisata, termasuk kawasan strategis seperti Batoq Tenevang beserta wilayah pendukungnya, pemerintah berkomitmen menghadirkan pusat pariwisata terpadu yang memadukan keindahan alam, kelestarian lingkungan, dan kekayaan budaya lokal," ujar Suhuk.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan kawasan wisata tidak boleh mengesampingkan aspek perlindungan lingkungan hidup. Menurutnya, pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian ekosistem.

Baca Juga: Nikah Adat Massal Dayak Bahau Jaga Tradisi, Mahulu Dorong Jadi Agenda Wisata Budaya

Karena itu, penyusunan dokumen Amdal menjadi instrumen penting yang tidak hanya memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga mencerminkan komitmen moral pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Melalui Amdal dilakukan identifikasi, prakiraan, dan evaluasi terhadap dampak penting kegiatan pariwisata, mulai dari tahap pra-konstruksi, konstruksi hingga operasional. Dari proses tersebut akan dirumuskan langkah-langkah pengelolaan dan pemantauan lingkungan agar pembangunan tetap berjalan secara bertanggung jawab," lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Suhuk juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya masyarakat yang berada di sekitar kawasan perencanaan, untuk berpartisipasi aktif memberikan saran, masukan, maupun tanggapan terhadap dokumen Amdal yang sedang disusun.

Menurutnya, forum sosialisasi ini bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan wadah dialog agar dokumen lingkungan yang dihasilkan benar-benar mengakomodasi kepentingan masyarakat serta menjadi dasar pembangunan yang berpihak pada kelestarian alam.

"Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan Sentra Pariwisata ke depan benar-benar memberikan multiplier effect bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya pendapatan, terbukanya lapangan pekerjaan, hingga tumbuhnya perekonomian daerah, tanpa menghilangkan keaslian budaya Dayak dan menjaga kelestarian lingkungan," katanya.  (*)

Editor : Duito Susanto
Sosialisasi Amdal Suhuk Angela Idang Belawan Pemkab Mahulu Mahakam Ulu