Musim Kemarau Melanda, Wabup Mahulu Ingatkan Warga Waspada Karhutla  

Jody Kristianto • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:42 WIB
Wabup Mahulu Suhuk saat meninjau pembangunan RS PHTC di Ujoh Bilang, Rabu (5/8). (JODY KRISTIANTO/KP)
Wabup Mahulu Suhuk saat meninjau pembangunan RS PHTC di Ujoh Bilang, Rabu (5/8). (JODY KRISTIANTO/KP)

 

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Usai meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) RSUD Gerbang Sehat Mahakam, Rabu (5/8), Wakil Bupati Mahakam Ulu (Wabup Mahulu) Suhuk menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat.

Baca Juga: Kemarau Lumpuhkan Jalur Sungai, Camat Long Pahangai: Barang Masih Ada, Tapi Harganya Mencekik

Ia mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang. Kondisi lahan yang mulai mengering berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam menggunakan api.

"Pertama saya mau menginstruksikan kepada masyarakat Mahakam Ulu yang saya cintai dan saya sayangi. Sekarang kita memasuki musim kemarau, dan kemarau ini lumayan panjang. Pesan saya, berhati-hati menggunakan api, karena lahan kita sekarang sudah mulai kering," ujar Suhuk.

Baca Juga: Badan Jalan di Ujung Jembatan Bengalon Kutim Ambles, Warga Khawatir Putus Akses Lima Kecamatan  

Menurutnya, apabila masyarakat melakukan pembakaran kebun atau aktivitas lain yang menggunakan api, pengawasan harus dilakukan secara ketat agar api tidak merambat dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas.

"Kalau memang terjadi pembakaran kebun atau kegiatan lain yang menggunakan api, tolong dipantau baik-baik. Jangan sampai api meluas dan menimbulkan kebakaran," tegasnya.

Selain mengingatkan ancaman karhutla, Suhuk juga menyoroti kondisi pasokan kebutuhan pokok di wilayah hulu Mahakam Ulu yang kerap menjadi perhatian ketika musim kemarau mengganggu transportasi sungai.

Ia mengaku hingga kini belum menerima laporan dari pemerintah kecamatan terkait adanya kendala distribusi sembako di Kecamatan Long Apari maupun Long Pahangai.

"Khusus daerah hulu, saya belum mendapat laporan dari Camat Long Apari maupun Long Pahangai terkait sembako. Dari laporan Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang saya terima, stok kebutuhan pokok sejauh ini masih aman," katanya.

Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar, Satgas TMMD 129 Kodim 0904/Paser Gelar Penyuluhan

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu akan terus memantau perkembangan di lapangan mengingat musim kemarau berpotensi memengaruhi jalur distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi sungai.

Suhuk berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu lama sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal dan pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga.

"Mudah-mudahan musim kemarau ini bisa cepat berlalu sehingga tidak menghambat perekonomian di Mahakam Ulu, khususnya ketersediaan makanan dan minuman bagi masyarakat di wilayah hulu," pungkasnya. (*)

 

Editor : Sukri Sikki
Suhuk kemarau Mahakam Ulu karhutla