KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Kemarau mulai menjadi ancaman serius bagi distribusi kebutuhan pokok ke wilayah perbatasan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Kondisi Sungai Mahakam yang menjadi jalur utama transportasi berpotensi menghambat pasokan barang menuju Kecamatan Long Apari.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mahulu melepas Tim Operasi Pasar Murah menuju Kampung Tiong Ohang dan Kampung Long Apari di Lapangan Cor Ujoh Bilang, Sabtu (8/8).
Baca Juga: Irish Bella Umumkan Hamil Anak Pertama dengan Haldy Sabri, Bagikan Momen Haru dengan Hasil USG
Pelepasan tim dilakukan Wakil Bupati Mahulu Suhuk yang membacakan sambutan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan.
Dalam sambutannya, Angela menegaskan, operasi pasar murah merupakan langkah cepat pemerintah daerah, guna memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau di tengah ancaman gangguan distribusi akibat musim kemarau.
“Kami memahami bahwa Kecamatan Long Apari masih bergantung pada transportasi sungai sebagai jalur utama distribusi barang. Memasuki musim kemarau, kondisi tersebut berpotensi menghambat pasokan kebutuhan pokok,” ungkapnya.
Baca Juga: Rizky Ridho Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2026
Menurut Angela, apabila kondisi tersebut tidak segera diantisipasi, terganggunya distribusi dapat berdampak terhadap ketersediaan barang sekaligus memicu kenaikan harga di tingkat masyarakat.
Karena itu, pemerintah memilih bergerak lebih awal dengan mengirimkan komoditas pangan langsung ke wilayah Long Apari.
Dalam operasi pasar murah tersebut, Pemkab Mahulu menyiapkan 700 sak beras premium kemasan 5 kilogram, 700 bungkus gula kemasan 1 kilogram, serta 700 kemasan minyak goreng ukuran 2 liter.
Baca Juga: Ditemukan di Sekolah Swasta, 995 Airsoft Gun dan Satu Senpi di Jaksel, Ini Kabar Terbarunya!
Seluruh komoditas tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat di Kampung Tiong Ohang dan Kampung Long Apari.
“Harapan saya, komoditas yang disalurkan pada hari ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di wilayah tersebut,” ujarnya.
Angela menekankan, keberhasilan operasi pasar murah tidak semata-mata diukur dari jumlah komoditas yang diberangkatkan. Lebih penting, seluruh kebutuhan tersebut harus benar-benar tiba di lokasi dan diterima masyarakat sesuai sasaran.
“Pastikan seluruh komoditas dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Fahri Jacub Jadi Plt Ketua KONI Bontang, Musorkot Disiapkan
Ia juga meminta seluruh tim menjaga koordinasi selama perjalanan menuju wilayah perbatasan tersebut. Faktor keselamatan menjadi perhatian utama mengingat distribusi menuju Long Apari sangat bergantung pada jalur sungai yang kondisinya turut dipengaruhi musim kemarau.
Angela memberikan apresiasi kepada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan operasi pasar murah.
Menurutnya, sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci agar intervensi pemerintah tidak berhenti pada pengiriman komoditas, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Jaga koordinasi selama di lapangan. Utamakan keselamatan dalam perjalanan maupun saat bertugas,” pesannya.
Baca Juga: Jaga Keran Kas Daerah, Pemkab PPU Perketat Pengadaan Barang dan Jasa TA 2026
Dengan diberangkatkannya tim tersebut, Pemkab Mahulu berharap kebutuhan dasar masyarakat di Long Apari tetap terjamin meski distribusi menghadapi tantangan akibat musim kemarau.
Langkah itu sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan tidak menghadapi persoalan pangan sendirian ketika kondisi alam mulai membatasi akses transportasi dan distribusi.
Tim Operasi Pasar Murah Kabupaten Mahulu selanjutnya bergerak menuju Kampung Tiong Ohang dan Kampung Long Apari untuk menyalurkan komoditas yang telah disiapkan. (*)
Editor : Dwi Restu A