Bupati Resmikan Playground Ujoh Bilang: Ruang Bermain Anak Sekaligus Sumber Pendapatan Kampung  

Jody Kristianto • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 12:43 WIB
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan (tengah) didampingi Wabup Suhuk dan Petinggi Ujoh Bilang Petrus Jumriq (kiri) meresmikan Playground di Ujoh Bilang, Senin (17/8). (JODY KRISTIANTO/KP)

 
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan (tengah) didampingi Wabup Suhuk dan Petinggi Ujoh Bilang Petrus Jumriq (kiri) meresmikan Playground di Ujoh Bilang, Senin (17/8). (JODY KRISTIANTO/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan meresmikan playground di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Senin (17/8). Fasilitas tersebut dihadirkan sebagai ruang bermain anak sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung program Kabupaten Layak Anak (KLA).

Angela mengaku senang dengan hadirnya playground tersebut. Selain menjabat sebagai Bunda PAUD, ia mengatakan keberadaan ruang bermain anak menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak.

“Saya sangat senang. Pertama karena saya memang adalah Bunda PAUD, lalu kedua dari bidang perempuan dan anak juga punya target untuk KLA, Kabupaten Layak Anak. Tentunya playground ini akan membantu meningkatkan penilaian kita tentang KLA,” ujar Angela.

Baca Juga:   Bupati Tegaskan Mahakam Ulu Sudah Merdeka Meski Akses Long Apari Masih Jadi Tantangan

Ia mengapresiasi Pemerintah Kampung Ujoh Bilang yang telah berinisiatif menghadirkan fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan playground di ibu kota kabupaten dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Mahulu.

“Terima kasih untuk Kampung Ujoh Bilang yang sudah memfasilitasi membuka playground ini dan saya mengapresiasi niat baiknya,” katanya.

Saat ini playground tersebut baru tersedia di Ujoh Bilang. Angela mengatakan pemerintah daerah akan mendorong agar fasilitas serupa dapat hadir di kecamatan lain.

“Kita tentunya akan mendorong beberapa kecamatan. Dengan adanya kampung bisa membuat seperti ini menjadi contoh, saya rasa kampung lainnya juga bisa,” ujarnya.

Baca Juga: Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih, Bupati Kubar Sampaikan Apresiasi Untuk Paskibra 2026

Menurutnya, pembangunan fasilitas bermain anak tidak harus sepenuhnya menunggu program pemerintah kabupaten. Inisiatif pemerintah kampung dapat menjadi penggerak untuk menghadirkan ruang bermain yang aman dan layak bagi anak.

“Kalau memang niat dari kampungnya sendiri untuk membuka seperti ini, saya rasa bisa,” tegas Angela.

Fasilitas perosotan, trampolin hingga mandi bola jadi daya tarik playground pertama di Mahulu ini. (JODY KRISTIANTO/KP)
Fasilitas perosotan, trampolin hingga mandi bola jadi daya tarik playground pertama di Mahulu ini. (JODY KRISTIANTO/KP)

 

Petinggi Kampung Ujoh Bilang, Petrus Jumriq, mengatakan pembangunan playground merupakan bentuk dukungan dari tingkat kampung, terhadap program ramah anak yang dikembangkan pemerintah daerah.

“Karena kita melihat dari kabupaten ada ramah anak, itu kita kembangkan mulai dari kampung, karena kita memakai anggaran kampung untuk membuat playground ini,” ujar Petrus.

Ia mengatakan ide tersebut juga muncul karena melihat anak-anak semakin banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Pemerintah kampung ingin menyediakan alternatif ruang bermain agar anak dapat beraktivitas dan bersosialisasi secara langsung.

“Kita lihat anak-anak bermain gadget terus. Kita coba buat inovasi biar ada tempat ruang bermain mereka, sehingga ibu-ibu atau bapak-bapak yang datang bisa buat anak-anaknya main di sini,” katanya.

Baca Juga: Merajut Prestasi dan Kolaborasi dan Momentum Kemerdekaan untuk Kutai Barat yang Lebih Maju

Playground Ujoh Bilang nantinya dikelola secara komersial dengan tarif Rp25 ribu untuk setiap anak per jam. Menurut Petrus, penerapan tarif tersebut diperlukan agar fasilitas dapat dikelola dan dipelihara secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan kampung.

“Dalam satu jam mereka mengeluarkan biaya Rp25.000 untuk satu anak. Jadi ini untuk meningkatkan PAD kampung sendiri,” jelasnya.

Meski berbayar, aspek keamanan anak menjadi perhatian utama. Pemerintah kampung akan menyiapkan petugas yang bertugas mengawasi aktivitas anak selama bermain.

“Kita usahakan penjaganya bisa berkomunikasi dengan anak dan bisa menjaga anak-anak itu. Sehingga anak-anak tidak terjadi kecelakaan atau mereka keluar dari antara teman-temannya, itu kita jaga,” katanya.

Baca Juga: HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Bendera Merah Putih 8 Meter Berkibar di Bawah Laut Pulau Miang

Kapasitas playground juga akan dibatasi sekitar 30 hingga 50 anak untuk memastikan area bermain tidak terlalu penuh. Anak-anak nantinya dapat bermain secara bergantian sesuai kapasitas yang tersedia.

“Jadi kapasitasnya kita ambil 30-50 orang. Jadi bergantian, ada antreannya,” ujar Petrus.

Pemerintah Kampung Ujoh Bilang menargetkan playground dapat dibuka setiap hari, terutama pada hari libur. Setelah diresmikan, operasional penuh ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat.

Petrus optimistis playground dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan kampung. Dengan melihat antusiasme anak-anak saat peresmian, ia memperkirakan pendapatan bisa mencapai sekitar Rp25 juta dalam tiga bulan.

“Kalau lihat antusias anak-anak sekarang ini, kalau kita sudah promosikan dan mereka sudah mengetahui, mungkin kita bisa dapat Rp25 juta dalam tiga bulan,” ungkapnya.

Untuk pengelolaan, saat ini playground masih menjadi aset Kampung Ujoh Bilang. Ke depan, pengelolaannya akan diarahkan melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) setelah sumber daya pengelola dinilai siap.

“Punya kampung dulu ini. Kita belum serahkan ke BUMK. Kita harus mengutamakan personel BUMK-nya dulu, mampu untuk dia. Itu yang harapan kita ke depan,” jelas Petrus.

Kembali,  Angela mengatakan pengelolaan melalui BUMK nantinya dapat membuat playground menjadi salah satu sumber pendapatan kampung. “Betul, akan menambah PAD kampung,” kata Angela.

Namun, menurut Angela, alasan playground dikelola secara komersial bukan semata-mata untuk mengejar pendapatan. Biaya tersebut diperlukan untuk memastikan fasilitas tetap terawat dan aspek keamanan anak dapat dipenuhi.

“Kenapa nantinya akan dibuat komersil? Karena memang untuk pemeliharaan playground sendiri tentunya butuh dana. Lalu untuk keamanan anak-anak juga dari dana tersebut bisa dipersiapkan segala halnya dengan baik dan matang,” tandasnya.

Ke depan, kawasan playground juga direncanakan berkembang menjadi ruang aktivitas keluarga sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Pemerintah kampung berencana menghadirkan kafe di lantai dua agar orang tua dapat menunggu anak sembari menikmati minuman.

Petrus kemudian mengatakan, pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi UMKM untuk ikut bergerak di sekitar kawasan playground.

Dengan demikian, playground tidak hanya menjadi tempat anak bermain, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang publik, pusat aktivitas keluarga dan salah satu sumber pendapatan bagi Kampung Ujoh Bilang. (*)

Editor : Sukri Sikki
Suhuk Ujoh Bilang Angela Idang Belawan resmikan playground