Beras hingga Minyak Goreng Dijual Murah di Long Pahangai Mahulu Diserbu Warga, Segini Harganya

Jody Kristianto • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:17 WIB
GPM di Kecamatan Long Pahangai, Mahulu. (FOTO JODY/KP)
GPM di Kecamatan Long Pahangai, Mahulu. (FOTO JODY/KP)

KALTIMPOST.ID-Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Long Pahangai, Mahakam Ulu (Mahulu), mendapat respons tinggi dari masyarakat.

Sekitar 200 warga mendatangi lokasi hanya dalam satu jam pertama untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu Anatolius Bahalan Tigang mengatakan, GPM merupakan bagian dari kerja sama Pemkab Mahulu dengan Bank Indonesia. Komoditas yang dipasarkan merupakan produk Bulog.

“Itu produk Bulog yang dijual seperti biasa dengan harga di bawah HET. Ini kerja sama kami dengan Bank Indonesia,” kata Bahalan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/8).

Baca Juga: Darurat Karhutla! 70 Titik Api Terpantau di Kubar, Bupati Frederick Edwin Kerahkan Lintas Sektor

Dalam kegiatan tersebut, DKPP menyediakan beras premium sebanyak 2.500 kilogram, beras medium 1.000 kilogram, minyak goreng 500 liter, serta gula pasir 500 kilogram. Dengan demikian, total beras yang disediakan mencapai 3,5 ton.

Beras premium dijual Rp 80 ribu per karung isi lima kilogram. Sementara beras medium dibanderol Rp 60 ribu per karung isi lima kilogram. Minyak goreng dijual Rp 30 ribu per kemasan dua liter dan gula pasir Rp 20 ribu per kilogram.

Menurut Bahalan, tingginya animo masyarakat terlihat sejak GPM dibuka. Sekitar 200 orang tercatat mendatangi lokasi dalam satu jam pertama. “Antusias tinggi. Dalam satu jam pertama kurang lebih 200 orang yang datang,” ujarnya.

Besarnya minat warga membuat DKPP menerapkan pembatasan pembelian. Setiap kepala keluarga (KK) hanya diperbolehkan membeli maksimal satu untuk setiap jenis komoditas. Langkah tersebut dilakukan agar bahan pangan murah dapat terdistribusi lebih merata.

“Untuk di Long Pahangai kami batasi pembelian per KK hanya satu untuk setiap item yang dijual dan puji Tuhan hingga saat ini terbagi rata,” jelasnya.

Bahalan menegaskan, komoditas tidak dijual dalam bentuk paket. Masyarakat dapat memilih barang yang ingin dibeli sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Baca Juga: Jukir Liar Viral di Pelabuhan Semayang Balikpapan Sudah Pernah Ditegur dan Dipanggil Dishub

Pengawasan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan GPM. Menurut dia, diperlukan ketegasan untuk mencegah pihak tertentu, termasuk pedagang, memanfaatkan harga murah dengan membeli komoditas untuk kemudian dijual kembali.

“Harus pimpinan tegas. Karena betul, banyak yang mengambil kesempatan di balik semua ini, contoh pedagang-pedagang itu,” tegasnya.

Sementara itu, DKPP belum melakukan pemantauan terbaru terhadap harga kebutuhan pokok di Long Pahangai karena masih berfokus pada pelaksanaan GPM. Pemantauan akan dilakukan setelah kegiatan berakhir.

GPM menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Di Long Pahangai, pembatasan pembelian sekaligus menjadi upaya memastikan manfaat program tersebut diterima secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim Komjen Karyoto kebakaran hutan dan lahan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan Mahakam Ulu