KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Anggota DPRD Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Martina Wau menyampaikan sejumlah program prioritas yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam APBD Mahulu Tahun Anggaran 2027.
Hal itu disampaikan Martina Wau, kader Partai Gerindra dari Long Apari, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mahakam Ulu dalam rangka kesepakatan bersama Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Mahakam Ulu Tahun Anggaran 2027.
Baca Juga: Pemerintah Wajib Alokasikan Anggaran untuk Jalan Long Pakaq–Tiong Ohang
Rapat tersebut berlangsung di Ballroom Lantai 17 Hotel Aston Samarinda, Jumat (21/8). Martina menyebut terdapat 20 program dan kegiatan yang direkomendasikan menjadi prioritas pembangunan daerah pada 2027.
Program-program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat pelayanan publik, membuka konektivitas wilayah pedalaman dan perbatasan, serta mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Banggar DPRD Mahulu Soroti Anggaran Rp135 M Perjalanan Dinas, Dorong Pembangunan Jalan Long Apari
Salah satu program dengan nilai anggaran terbesar adalah pembangunan PDAM Kabupaten Mahakam Ulu dengan indikasi anggaran sekitar Rp150 miliar.
Selain itu, terdapat lanjutan pembangunan Jalan Tiong Ohang–Long Apari sekitar Rp10 miliar serta peningkatan Jalan Long Pakaq–Long Apari sekitar Rp50 miliar secara kondisional.
“Program-program ini harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan,” ujar Martina dalam rapat tersebut.
Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Genjot Kompetensi Tenaga Kerja Lokal Lewat Sertifikasi Konstruksi Berkelanjutan
Banggar juga memasukkan pembangunan Jembatan Gantung Rukun Damai–Kenalung dengan indikasi anggaran sekitar Rp30 miliar, Jembatan Matalibaq Rp10 miliar dan Jembatan Penyeberangan SP1 sekitar Rp5 miliar.
Di sektor air bersih, program prioritas meliputi pembangunan SPAM Datah Bilang sekitar Rp5 miliar serta SPAM Rukun Damai–Long Merah sekitar Rp10 miliar.
Sementara di sektor kelistrikan, terdapat program elektrifikasi Long Merah–Rukun Damai sekitar Rp5 miliar serta bantuan sambungan listrik rumah bagi masyarakat di Kampung Laham dan Danum Paroy.
Baca Juga: Posko Karhutla Dibentuk di Muara Wahau, Patroli Titik Rawan Disiapkan
Prioritas lainnya mencakup pembangunan Pelabuhan Kapal Datah Bilang sekitar Rp15 miliar, pemeliharaan Jalan Poros PU Datah Bilang sekitar Rp5 miliar, pengadaan pupuk dan bibit pertanian, tambahan beasiswa stimulan, peningkatan layanan kesehatan, insentif rohaniwan serta pembangunan Lamin Adat Long Bagun Ilir sekitar Rp5 miliar.
Martina menjelaskan, jumlah program prioritas tersebut bertambah dari sebelumnya 19 menjadi 20 program setelah satu program tambahan dimasukkan dalam daftar prioritas.
Dengan penambahan itu, total kebutuhan 13 program yang telah memiliki indikasi anggaran meningkat dari sekitar Rp297 miliar menjadi sedikitnya Rp302 miliar. Sementara enam program lainnya masih berstatus “sesuai kebutuhan” dan akan ditentukan dalam proses penyusunan Rancangan APBD 2027.
Saat dihubungi melalui WhatsApp pada Jumat (21/8), Martina mengatakan APBD 2027 harus digunakan secara efektif, efisien, transparan dan tepat sasaran, terutama untuk kegiatan yang memberikan manfaat langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
“APBD 2027 harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran untuk kegiatan yang memberi manfaat pada kebutuhan masyarakat secara langsung,” kata Martina.
Menurut Martina, penetapan program prioritas tersebut harus diikuti dengan pengawalan dalam pembahasan anggaran agar program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tidak terpinggirkan oleh belanja rutin dan administratif.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan, jembatan, air bersih dan listrik, sebagai fondasi pemerataan pembangunan di Mahakam Ulu. (*)
Editor : Sukri Sikki