ISPA di Mahulu Tembus 615 Kasus, Pekan Terakhir Melonjak Jadi 93

Jody Kristianto • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:28 WIB
BAGI MASKER: Diskes P2KB Mahulu membagikan masker kepada masyarakat di jalan simpang budaya Ukoh Bilang, Jumat (28/8).
BAGI MASKER: Diskes P2KB Mahulu membagikan masker kepada masyarakat di jalan simpang budaya Ukoh Bilang, Jumat (28/8).

UJOH BILANG – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes P2KB) Mahulu hingga Minggu ke-33 tahun 2026, tercatat 615 kasus ISPA yang tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kepala Diskes P2KB Mahulu, dr. Petronela Tugan, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan terkait kondisi udara di wilayah Mahulu.

“Kalau udara, DLH belum punya alat mengukur, Mas. Tapi dari jumlah kasus ISPA yang terus meningkat, bisa disimpulkan bahwa kualitas udara sedang kurang baik,” ujar Petronela saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (28/8) sore. 

Meski demikian, Petronela menegaskan belum adanya alat pengukur kualitas udara membuat pihaknya belum dapat menyampaikan secara pasti parameter maupun tingkat pencemaran udara di Mahulu.

Berdasarkan data Diskes P2KB Mahulu periode Minggu ke-22 hingga Minggu ke-33 tahun 2026, kasus ISPA tercatat berfluktuasi setiap pekan.

Pada pekan ke-22 terdapat 35 kasus, kemudian 40 kasus pada pekan ke-23, 48 kasus pada pekan ke-24 dan meningkat menjadi 65 kasus pada pekan ke-25.

Angka kemudian turun menjadi 54 kasus pada pekan ke-26, 41 kasus pada pekan ke-27, 38 kasus pada pekan ke-28 dan 26 kasus pada pekan ke-29.

Namun, kasus kembali melonjak pada pekan ke-30 dengan 71 kasus, kemudian 60 kasus pada pekan ke-31 dan 44 kasus pada pekan ke-32.

Pada pekan ke-33, jumlah kasus kembali melonjak menjadi 93 kasus, sekaligus menjadi angka tertinggi dalam periode 12 pekan tersebut.

Dari total 615 kasus, jumlah terbanyak tercatat di Puskesmas Ujoh Bilang sebanyak 223 kasus. Disusul Puskesmas Long Hubung dengan 155 kasus, Puskesmas Mamahak Besar 138 kasus, Puskesmas Tiong Ohang 45 kasus, Puskesmas Laham 42 kasus, serta Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahakam Ulu sebanyak 12 kasus.

Khusus pekan ke-33, Puskesmas Ujoh Bilang juga menjadi fasilitas kesehatan dengan kasus ISPA tertinggi, yakni 46 kasus.

Selanjutnya Puskesmas Mamahak Besar mencatat 24 kasus, Puskesmas Long Hubung 12 kasus, Puskesmas Laham 7 kasus dan Puskesmas Tiong Ohang 4 kasus.

Dengan demikian, dari 93 kasus ISPA pada pekan ke-33, hampir separuhnya tercatat di wilayah pelayanan Puskesmas Ujoh Bilang.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Diskes P2KB Mahulu mulai melakukan pembagian masker kepada masyarakat.

“Kita hari ini sudah mulai bagi-bagi masker, Mas. Hanya masih terbatas karena ketersediaan kita masih kebutuhan rutin,” kata Petronela.

Menurutnya, Diskes Mahulu juga masih menunggu tambahan bantuan masker dari pemerintah pusat melalui Pusat Krisis. “Kami masih menunggu kiriman bantuan masker dari Pusat Krisis,” ujarnya.

Petronela mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika mengalami gejala yang berkaitan dengan ISPA.

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus ISPA tanpa komplikasi masih dapat ditangani dengan pengobatan sederhana dan tidak selalu membutuhkan perawatan di rumah sakit.

“Untuk kasus ISPA jika tanpa komplikasi seperti sesak napas atau asma, penanganannya tidak terlalu sulit, hanya pemberian obat dan vitamin dan biasanya hanya rawat jalan,” jelasnya.

Namun, kondisi berbeda apabila pasien mengalami komplikasi. 

"Kecuali ada komplikasi yang membutuhkan perawatan khusus dan rawat inap,” lanjut Petronela.

Diskes P2KB Mahulu pun terus memantau perkembangan kasus ISPA di seluruh wilayah pelayanan kesehatan, terutama setelah jumlah kasus pada pekan ke-33 menjadi yang tertinggi selama periode pencatatan tersebut. (*)

Editor : Ismet Rifani
kasus ISPA Balikpapan diskes mahulu dr. Petronela Tugan