KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG – Perubahan cuaca dalam beberapa tahun terakhir mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu, khususnya dalam menentukan waktu untuk membuka dan mempersiapkan ladang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Mahakam Ulu Angela Udang Belawan di tengah kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Angela mengatakan, masyarakat Mahulu selama ini memiliki pengetahuan mengenai waktu yang tepat untuk membersihkan dan mempersiapkan lahan pertanian. Pola tersebut biasanya mengikuti kondisi musim yang telah dikenal masyarakat secara turun-temurun.
Namun, perubahan kondisi cuaca membuat pola tersebut tidak lagi mudah diprediksi. Masyarakat tetap dapat melakukan persiapan ladang, tetapi menghadapi kondisi alam yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Wagub Seno Aji Kunjungi Mahulu, Angela Idang: Kehadiran Pemerintah Beri Kekuatan
“Biasanya di bulan-bulan tertentu masyarakat sudah tahu waktu untuk membersihkan atau menyiapkan ladang. Tapi saat-saat ini beberapa tahun terakhir di waktu-waktu tersebut tetap bisa mempersiapkan, tapi dengan kondisi yang sekarang kita rasakan dengan kemarau panjang,” ujar Angela, Jumat (11/9).
Ia mengatakan, kondisi yang hampir serupa juga dirasakan masyarakat pada tahun sebelumnya. Kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat aktivitas masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pertanian, menghadapi tantangan.
Bagi masyarakat Mahulu, kondisi tersebut menjadi persoalan penting karena aktivitas pertanian sangat berkaitan dengan ketersediaan air dan kondisi alam. Ketika musim tidak lagi mudah diprediksi, masyarakat harus menyesuaikan waktu dan pola kegiatan pertanian.
Persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang disampaikan Angela saat menerima kunjungan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji bersama rombongan.
Baca Juga: Wagub Seno Aji Tegaskan Jalan Ujoh Bilang-Long Apari Jadi Prioritas Pemprov Kaltim
Angela berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian dan dukungan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak perubahan cuaca. Ia juga berharap berbagai aspirasi masyarakat Mahulu dapat menjadi bahan bagi pemerintah provinsi untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.
Menurut Angela, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Mahulu tidak hanya membutuhkan perhatian terhadap infrastruktur, tetapi juga kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan kondisi alam.
“Kami berharap Pak Wakil Gubernur bisa mendengarkan, bisa menampung dan memberikan setidaknya solusi mungkin di tahun-tahun ke depannya,” pungkasnya. (sya)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo