KALTIMPOST.ID, LONG PAHANGAI – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mendorong pembangunan berbasis masyarakat hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT) dan keluarga melalui Program RT dan Dasawisma.
Program tersebut secara resmi diluncurkan di Kecamatan Long Apari sebagai bagian dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Mahulu.
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan program tersebut dirancang agar dukungan pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat menentukan kebutuhan di lingkungannya.
Menurut Angela, Program RT dan Dasawisma merupakan penjabaran dari visi dan misi pemerintah daerah bersama Wakil Bupati Mahulu Suhuk.
“Program ini merupakan bagian dari visi dan misi kami, Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu,” kata Angela saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran program di Long Apari, Rabu (7/10).
Melalui program tersebut, pemerintah menyiapkan Dana RT sebesar Rp200 juta hingga Rp300 juta per RT setiap tahun. Sementara ketahanan keluarga diperkuat melalui Dasawisma dengan dukungan Rp5 juta hingga Rp10 juta per Dasawisma per tahun.
Baca Juga: Giliran Kecamatan Long Apari Jalankan Program RT dan Dasawisma
Skema tersebut diharapkan mampu mempertemukan program pembangunan dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. Namun Angela menekankan, besarnya dukungan anggaran harus diikuti dengan tata kelola yang baik.
Ia meminta program disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak hanya itu, pengelola juga diminta melibatkan Tim Pendamping Kampung dan tenaga ahli Gerbangmas sejak proses perencanaan hingga pengembangan kegiatan.
Bagi Angela, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat. “Pastikan setiap program memiliki arah yang jelas dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, RT dan Dasawisma juga diminta peka terhadap kondisi masyarakat. Terlebih peluncuran program di Long Apari berlangsung ketika Mahulu masih menghadapi kondisi kemarau.
Ketersediaan air, pangan, kesehatan keluarga dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi beberapa hal yang diminta mendapat perhatian. Setiap persoalan yang ditemukan di tingkat keluarga maupun lingkungan diharapkan segera disampaikan kepada pemerintah kampung untuk dikoordinasikan dan ditangani sesuai kebutuhan.
Pemerintah daerah juga memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan di lapangan. Melalui program tersebut, Pemkab Mahulu berharap pembangunan tidak hanya hadir dalam bentuk anggaran, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dari tingkat RT hingga keluarga. (*)
Editor : Sukri Sikki