Polres PPU Gelar Dialog Bersama Warga dan Sopir Angkutan di Terminal Penajam

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Jajaran Polres Penajam Paser Utara (PPU) menyambangi Terminal Angkutan Umum Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Rabu (21/10/2026). Kunjungan dalam rangka program Quick Wins Polisi Bersama Masyarakat ini bertujuan mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, serta kebutuhan masyarakat dan komunitas transportasi lokal.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres PPU, Kompol Roganda bersama para pejabat utama Polres PPU, personel Satbinmas, Satlantas, koordinator terminal, komunitas sopir angkutan umum, serta warga sekitar. Sejumlah persoalan krusial diutarakan warga, mulai dari keselamatan berlalu lintas, kelanjutan infrastruktur jalan, hingga akses bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Baca Juga: Aksi Kemanusiaan HUT Humas Polri, Personel Polres PPU Donorkan Darah untuk Pasien Rumah Sakit
"Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan langsung keluhan dan kendala yang dihadapi. Jika persoalan tersebut dapat kami tangani, tentu akan kami tindak lanjuti. Apabila memerlukan kewenangan instansi lain, akan kami koordinasikan agar dapat dicarikan solusi," kata Kompol Roganda.
Dalam sesi dialog, H. Karessong, seorang tukang ojek setempat, menyoroti kondisi rambu lalu lintas di depan terminal yang dinilai usang dan kurang jelas terlihat. Menanggapi masukan ini, Wakapolres Rogana menyatakan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan PPU untuk merekomendasikan perbaikan rambu, mengingat kawasan terminal merupakan Kawasan Tertib Lalu Lintas.
Baca Juga: Dugaan Penyimpangan Iuran Korpri PPU, LAKI Desak Audit Transparan, Rapat Pleno November
Persoalan infrastruktur juga diangkat oleh Jamal, warga lainnya, yang mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan dari kawasan Rusunawa menuju Pasar Toraja karena jalurnya belum tersambung utuh dan masih berupa jalan setapak. Wakapolres menyambut baik usulan tersebut dan berkomitmen menyiapkan rekomendasi tertulis kepada bupati PPU atau Dinas PUPR demi kelancaran mobilitas serta perekonomian warga.
Sementara itu, kendala distribusi BBM solar bersubsidi diutarakan oleh Sukirno, sopir angkutan rute Penajam ke Tanah Grogot. Ia mengeluhkan ketidaksesuaian jam operasional SPBU dengan jadwal keberangkatan armada yang kerap memaksa penumpang dipindahkan ke kendaraan lain akibat antrean panjang.
Baca Juga: Bharada Andika Dijerat Pembunuhan Berencana, Motif Penembakan Bharatu Valdo Masih Didalami
Menjawab keluhan tersebut, Wakapolres Roganda meminta pihak pengelola terminal mendata armada resmi dan menginstruksikan Satintelkam serta Satreskrim berkoordinasi dengan SPBU Nipah-Nipah. Selain mencarikan solusi distribusi, kepolisian menegaskan pengawasan ketat tetap dijalankan agar BBM bersubsidi tidak disalahgunakan pihak yang melanggar hukum.
"Masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka, sehingga persoalan yang dihadapi warga dapat dicarikan jalan keluar melalui koordinasi dengan pihak yang berwenang," tegas Kompol Roganda menutup keterangannya.(*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




