
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sejumlah warga menggelar aksi damai di depan Balai Kota Balikpapan pada Rabu (28/10/2026) untuk menuntut perbaikan layanan air bersih. Massa menyoroti kesulitan akses air bersih serta lambatnya pemasangan sambungan rumah baru yang telah lama dinantikan masyarakat.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengakui kapasitas layanan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) saat ini masih sangat terbatas. Hingga kini baru mampu melayani 116.000 sambungan rumah (SR) dari total kebutuhan mencapai 350.000 SR di wilayah tersebut.
Baca Juga: Persoalan Tanah di Balikpapan Tinggi, BPN Bagi Penanganan Enam Wilayah
Menurut Bagus, kendala utama terletak pada minimnya ketersediaan air baku yang tidak sebanding dengan tingginya permintaan. Balikpapan saat ini masih mengandalkan sumber air dari waduk tadah hujan, yaitu Waduk Manggar dan Waduk Teritip.
"Dari total kebutuhan air bersih 2.500 liter per detik, saat ini baru tersedia 1.500 liter per detik. Artinya masih ada kekurangan 1.000 liter per detik," kata Bagus.
Baca Juga: Oknum Notaris di Balikpapan Dituntut Tujuh Bulan Penjara dalam Kasus Penggelapan Pajak
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, PTMB telah mengoperasikan sumur bor di lima titik dengan kapasitas produksi 10 hingga 15 liter per detik per titik. Serta menyediakan instalasi pengolahan air untuk memastikan air tanah tersebut aman digunakan warga.
Bagus menambahkan, pihaknya berharap ada penambahan lima sumur bor setiap tahun dengan memanfaatkan bantuan keuangan provinsi maupun APBN.
“Sedangkan untuk opsi desalinasi air laut sudah tidak mungkin karena mahalnya biaya operasional dan nilai jual diprediksi mencapai Rp30 ribu per kubik,” tuturnya.
Baca Juga: Hadiri Ritual Pejeak Pamper, Bupati Frederick Edwin Tegaskan Komitmen Penanganan Karhutla.
Solusi jangka panjang yang kini sedang dikaji adalah pemanfaatan Sungai Mahakam yang akan disalurkan ke IKN, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara. Pemerintah kota berharap proyek strategis tersebut dapat terealisasi dalam tiga tahun ke depan dengan dukungan investor.
"Harapan saya tiga tahun ke depan bisa terealisasi. Ada investor luar yang mau membantu menyelesaikan masalah air bersih, kita sembari tunggu dulu dan melihat keputusan wali kota," pungkas Bagus. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




