KALTIMPOST.ID, Moto3 - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama tampil impresif pada sesi practice Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Jumat (10/7/2026) malam WIB.
Rider Honda Team Asia itu berhasil mencatat waktu tercepat 1 menit 25,848 detik untuk menutup sesi di posisi pertama sekaligus memastikan lolos langsung ke kualifikasi kedua (Q2).
Hasil ini menjadi kebangkitan Veda setelah sebelumnya hanya menempati posisi ke-23 pada sesi latihan bebas pertama (FP1).
Veda Bangkit dari Posisi 23 hingga Menjadi Pembalap Tercepat
Awal hari tidak berjalan sesuai harapan bagi Veda Ega Pratama. Pada sesi FP1, pembalap asal Wonosari tersebut belum mampu menemukan ritme terbaiknya sehingga harus puas berada di posisi ke-23.
Perubahan mulai terlihat ketika sesi practice berlangsung. Memasuki 10 menit terakhir, Veda mulai memperbaiki catatan waktunya secara konsisten. Setelah sempat menembus posisi empat besar, ia berhasil mencatat putaran terbaik dengan waktu 1 menit 25,848 detik.
Catatan tersebut tidak mampu disamai para pesaing hingga sesi berakhir. Veda pun menutup practice sebagai pembalap tercepat sekaligus mengamankan tiket otomatis menuju Q2, sehingga berpeluang memperebutkan posisi start terdepan pada balapan Moto3 Jerman 2026.
Pencapaian ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam satu hari. Dari posisi ke-23 pada FP1, Veda melonjak 22 peringkat untuk menguasai puncak klasemen waktu practice.
Practice Diwarnai Insiden, Veda Jaga Konsistensi Jelang Kualifikasi
Sesi practice di Sachsenring tidak hanya menyajikan persaingan ketat, tetapi juga diwarnai beberapa insiden. Tikungan ketujuh menjadi titik yang paling banyak memakan korban.
Pimpinan klasemen sementara Moto3, Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team, mengalami kecelakaan di tikungan tersebut. Pada kesempatan berbeda, Adrian Cruces dari CIP Green Power dan Guido Pini dari Leopard Racing juga terjatuh di lokasi yang sama. Meski insiden terjadi pada waktu yang berbeda, ketiganya gagal menjalani sesi dengan mulus.
Di tengah kondisi lintasan yang cukup menantang, Veda tetap mampu menjaga konsentrasi dan mempertahankan kecepatannya hingga akhir sesi. Konsistensi tersebut menjadi faktor penting yang membawanya keluar sebagai pembalap tercepat.
Hasil positif di Sachsenring juga menjadi dorongan besar bagi Veda setelah perjalanan musim debutnya di Moto3 berlangsung naik turun. Ia mengawali musim dengan finis kelima di Thailand, kemudian meraih podium ketiga di Brasil. Setelah sempat gagal finis di Amerika Serikat, Veda kembali naik podium di Prancis setelah salah satu rivalnya didiskualifikasi.
Meski dalam beberapa balapan terakhir performanya sempat menurun dan belum kembali meraih podium, hasil practice Moto3 Jerman 2026 menjadi sinyal kebangkitan pembalap muda Indonesia tersebut. Dengan modal menjadi yang tercepat pada sesi practice dan lolos langsung ke Q2, Veda memiliki peluang untuk meraih posisi start yang kompetitif dan bersaing memperebutkan hasil terbaik pada balapan utama di Sachsenring.***
Editor : Dwi Puspitarini