KALTIMPOST.ID, Moto3 - Veda Ega Pratama menilai motor Honda NSF250RW yang digunakannya di Moto3 2026 masih memiliki keunggulan meski ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Pebalap muda Indonesia itu menegaskan setiap pabrikan memiliki karakter berbeda sehingga tidak bisa disimpulkan satu motor selalu lebih unggul dari yang lain.
Veda Ega Pratama menjadi pembalap Honda dengan performa terbaik sejauh Moto3 2026 berlangsung. Hingga memasuki paruh musim, rookie asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu telah mengoleksi 90 poin dan menempati posisi keenam klasemen sementara. Ia juga menjadi satu-satunya pembalap Honda yang berhasil menembus 10 besar klasemen.
Veda Ega Pratama sebelumnya sempat mendapat sorotan setelah banyak komentar di media sosial yang menilai motor Honda kalah kompetitif dibandingkan KTM. Namun, pebalap berusia muda tersebut memilih memberikan penilaian berdasarkan pengalaman langsung di lintasan.
Menurut Veda Ega Pratama, karakter motor Honda dan KTM memiliki kelebihan masing-masing. Ia mengatakan ada sirkuit yang lebih cocok untuk KTM, tetapi ada pula trek yang justru menguntungkan Honda.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026), Veda Ega Pratama menjelaskan bahwa Honda masih tampil baik saat melibas tikungan berkecepatan tinggi. Sementara itu, performa di tikungan sempit masih menjadi bagian yang bisa terus dikembangkan.
"Eh kalau yang dibilang Honda masih perlu di-improve, ya pastinya di beberapa bagian pasti. Ya sebenarnya KTM dan Honda tuh ada plus-minusnya," kata Veda Ega, dilansir dari detiksport, Jumat (17/7/2026).
Ia kemudian menjelaskan lebih rinci karakter kedua motor tersebut.
"Jadi, beberapa sirkuit KTM diunggulin, beberapa sirkuit Honda diunggulin. Dan terutama di high-speed corner itu Honda menang, dan di tikungan-tikungan yang apa namanya...kecil dan kayak...kecil-kecil tikungannya itu memang masih bisa ditingkatin lagi. Terus enggak yang kurang banget gitu, jadi plus-minus," lanjut kata Veda Ega.
Performa Veda Ega Pratama Jadi Bukti Daya Saing Honda
Penampilan Veda Ega Pratama sepanjang Moto3 2026 menunjukkan Honda masih mampu bersaing di papan atas. Dari 11 seri yang telah berlangsung, ia sukses mengoleksi 90 poin sebagai pembalap debutan.
Veda Ega Pratama juga sudah dua kali naik podium ketiga, masing-masing pada MotoGP Brasil dan MotoGP Prancis. Selain itu, ia enam kali finis di posisi 10 besar, satu kali finis di luar 10 besar, serta dua kali gagal menyelesaikan balapan.
Catatan tersebut membuat Veda Ega Pratama menjadi pembalap Honda dengan posisi klasemen terbaik sejauh musim 2026 berlangsung. Hasil itu sekaligus menunjukkan bahwa performa motor Honda masih mampu bersaing ketika dipadukan dengan paket pembalap dan strategi yang tepat.***
Editor : Dwi Puspitarini