Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Naik Speedboat 17 Jam dari Thailand, Pakai KTP Siluman, Buronan Ditangkap di Aceh

Romdani. • Senin, 3 Juni 2024 | 06:05 WIB
Infografis
Infografis

JAKARTA-Petualangan buronan internasional yang dikenal sebagai Robin Hood asal Thailand berakhir di Indonesia. Bareskrim berhasil menangkap Chaowalit Thongduang alias Pang Na-Node alias Sulaiman di Bali.

Chaowalit menjadi buronan yang paling dicari polisi Thailand setelah kabur dari penjara dengan membunuh seorang polisi. Dia juga menguasai sebuah wilayah di bagian utara Thailand. Salah satu cara yang dilakukannya untuk memupuk dukungan dan kesetiaan adalah dengan menjadi Robin Hood. Dia kerap membagikan uang hasil penjualan narkobanya kepada masyarakat kampung.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (2/6), Kabareskrim Komjen Wahyu Widada menuturkan, bahwa Chaowalit tiba di Indonesia pada Desember 2023 dengan mengendarai speedboat selama 17 jam dari Thailand. “Mendarat di Aceh,” paparnya.

Di Aceh, sudah ada kaki tangan yang membantu memberikan tempat menginap sekaligus membuatkan sejumlah kartu identitas. Yakni, KTP dan kartu keluarga (KK) atas nama Sulaiman. “KTP dan KK itu digunakan untuk membuat rekening,” terangnya.

Selama pelarian di Indonesia, Chaowalit mendapat sokongan dana dari sindikat narkotika di Thailand. “Dana itu dikirim ke rekening yang dibuat dengan identitas palsu tersebut,” jelasnya.

Di Thailand, Chaowalit juga terjerat kasus percobaan pembunuhan terhadap seorang asisten pengadilan. “Makanya, dia menjadi buronan nomor wahid di Thailand,” ujarnya.

Bareskrim pun membentuk tim gabungan dengan Polda Sumatra Utara, Polda Bali, Divhubinter, dan kepolisian Thailand. Tim bergerak enam hari lalu ke Medan, Sumatra Utara. “Kami mendeteksi keberadaan buronan di sana,” ucapnya.

Namun, ternyata Chaowalit telah berpindah lokasi. Lantas, dia terdeteksi kembali di Bali. Petugas akhirnya berhasil menangkapnya di sebuah apartemen.

Secretary General of The Office of Narcotics Board Thailand Letjen Police Phanurat Lukboon menuturkan, Chaowalit merupakan pimpinan sindikat narkotika di Thailand. Dia dikenal sulit ditangkap karena biasa menyebar uang ke masyarakat kampungnya. “Untuk mendapat simpati dari masyarakat sehingga dilindungi kalau mau ditangkap polisi,” ujarnya.

Setelah keberhasilan penangkapan Chaowalit, Pemerintah Thailand akan membongkar aktor intelektual yang membantu pelarian buronan itu. “Pasti kami tangkap semua,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Brigjen Mukti Juharsa menyatakan, itu merupakan kerja sama yang diharapkan mampu mendorong penangkapan Fredy Pratama, bandar kakap buronan Polri. Dengan Polri membantu Chaowalit, diharapkan Fredy juga ditangkap dan dikirim ke Indonesia. “Itu saling membantu. Tentu, diharapkan kami juga dibantu,” tegasnya. (idr/JPG/rom/k15)

 
Editor : Romdani.
#sabu - sabu #narkoba