Sehari sebelumnya, Bahlil diketahui mendaftar menjadi calon ketua umum Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta, Selasa (19/8).
Kedatangan Bahlil saat pendaftaran disambut oleh Plt Ketum Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus.
Bahlil yang datang diiringi para simpatisan berbaju adat Papua, membawa berkas tebal dan 469 suara dukungan dari DPD I dan DPD II.
Dia mengungkapkan telah memenuhi syarat pencalonan ketua umum yang ditentukan AD/ART Partai Golkar.
Persyaratan tersebut antara lain, harus merupakan kader yang pernah menjadi pengurus atau sedang menjadi pengurus DPP atau setingkat di bawahnya minimal 5 tahun.
Kemudian, calon harus mendapatkan dukungan minimal 30 persen suara. Untuk dukungan suara, Bahlil mengeklaim telah jauh melebihi minimal dukungan.
“Saya membawa dukungan 469 suara dari 558 suara, artinya sudah melebihi hampir 80 persen dukungan,” jelas dia.
Tidak hanya itu, Bahlil mengungkapkan pernah menjadi pengurus DPD Golkar Provinsi Papua dan membawa surat pernyataan belum pernah masuk ke partai lain.
"Saya membawa surat tidak pernah masuk ke partai lain dan berikutnya saya akan ikhtiar," tuturnya.
Dengan ditetapkannya sebagai calon tunggal, Bahlil hampir pasti akan dengan mudah melenggang ke kursi ketua umum Partai Golkar.
Nasib Bahlil kini tinggal bergantung pada rapat pimpinan nasional (rapimnas) dan Munas IX Partai Golkar 2024. (*)
Editor : Almasrifah