KALTIMPOST.ID, Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, dengan nama-nama yang menjadi perhatian publik.
Salah satunya adalah Rini Widyantini yang didapuk sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB), menggantikan Azwar Anas.
Pengumuman ini dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Minggu (20/10/2024), didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Rini Widyantini, kelahiran Bandung pada 29 Mei 1965, bukanlah sosok baru di lingkungan Kementerian PANRB.
Baca Juga: Peringatan HKGB 2024: Kapolda Apresiasi Peran Bhayangkari Jadi Mitra Pendukung Strategis Kepolisian
Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai Sekretaris Kementerian PANRB sejak 2022. Kariernya di kementerian tersebut sudah dimulai sejak 1997 sebagai Analis Kebijakan.
Pengalaman panjangnya di bidang reformasi birokrasi membuatnya dianggap sebagai sosok yang tepat untuk memimpin kementerian ini.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Rini dipilih karena pengalamannya yang matang di sektor pemerintahan.
"Rini Widyantini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," ujar Prabowo saat mengumumkan kabinetnya.
Baca Juga: Buruh Ancam Ikut Mogok Nasional! Kahutindo Tuntut UMK Naik 4,98 Persen, SBPI 8-10 Persen
Selain Rini, beberapa menteri baru juga diumumkan, yang diharapkan mampu mendukung program pemerintahan Prabowo-Gibran selama lima tahun ke depan.
Rini Widyantini menyelesaikan pendidikan di Universitas Padjadjaran untuk gelar Sarjana Hukum, sebelum melanjutkan pendidikan Master of Public Management di The Flinders University, Australia.
Ia mengawali kariernya di Kementerian PANRB, dengan berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Kepala Subbidang Penyusunan Kebijakan Kelembagaan pada 2001, dan Asisten Deputi Kelembagaan Perekonomian pada 2008.
Karier Rini terus menanjak hingga menjadi Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana KemenPANRB pada 2013.
Dengan pengalamannya yang luas dalam perancangan kebijakan kelembagaan, Rini dipandang sebagai sosok yang kompeten dalam melanjutkan agenda reformasi birokrasi yang menjadi fokus pemerintahan Prabowo.
"Saya yakin bahwa di bawah kepemimpinan Rini, KemenPANRB akan terus melakukan inovasi dalam reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik," tambah Prabowo dalam pidatonya.
Program reformasi birokrasi ini menjadi salah satu pilar penting dalam pemerintahan Prabowo, yang juga berfokus pada peningkatan efisiensi di sektor publik.
Rini juga diharapkan mampu mendorong transformasi digital di lingkungan pemerintahan, sejalan dengan visi besar Prabowo untuk menciptakan birokrasi yang lebih transparan dan akuntabel.
Ia juga akan bekerja sama dengan kementerian lain untuk mewujudkan efisiensi pelayanan publik dan mengurangi tumpang tindih regulasi yang selama ini menjadi kendala.
Baca Juga: Satbrimob Polda Kaltim Siap Amankan Pelantikan Presiden, Apel Gelar Pasukan Dilaksanakan
Prabowo telah memanggil lebih dari 100 calon menteri dan wakil menteri sejak awal Oktober untuk menyusun kabinet yang solid.
Mereka juga mengikuti pembekalan di Hambalang, yang dinamakan "Hambalang Retreat," sebagai persiapan sebelum dilantik secara resmi pada 23 Oktober mendatang.
Setelah pelantikan, para menteri dan wakil menteri dijadwalkan akan menjalani pembekalan di Akademi Militer Magelang pada 23-27 Oktober 2024.
Ini merupakan bagian dari rencana Prabowo untuk memastikan bahwa kabinetnya memiliki pemahaman yang kuat tentang arah pemerintahan yang akan dijalankan selama periode 2024-2029.
Dengan bergabungnya Rini Widyantini di kabinet, diharapkan agenda reformasi birokrasi berjalan lebih cepat dan terarah.
Baca Juga: Oknum Pekerja Tambang di Balikpapan Diduga Cabuli Kakak Beradik
Perubahan dalam struktur pemerintahan yang lebih ramping dan efisien menjadi fokus utama yang harus diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini