Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rapat Pleno Pilgub Jakarta Diwarnai Walk Out, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dwi Puspitarini • Minggu, 8 Desember 2024 | 16:23 WIB

 

Saksi RIDO walk out di rapat pleno Pilgub Jakarta 2024.
Saksi RIDO walk out di rapat pleno Pilgub Jakarta 2024.

 

KALTIMPOST.ID, Rapat pleno pengumuman hasil Pilgub Jakarta 2024 yang digelar di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024), memanas setelah tim pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), melakukan aksi walk out.

Mereka menyatakan keberatan atas pengesahan hasil rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU Jakarta. 

Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata, awalnya membacakan hasil rekapitulasi suara dari enam kota dan kabupaten di Jakarta.

Berdasarkan hasil tersebut, pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, berhasil meraih suara terbanyak dengan total 2.183.239 suara atau 50,07%. 

 Baca Juga: Sampah di TPA Sambutan Mulai Menggunung, Pemkot Samarinda Akan Kelola 180 Ton Sampah Menggunakan Incinerator

Protes dan Tudingan Kecurangan 

Ramdan Alamsyah, kuasa hukum tim Ridwan Kamil-Suswono, mengungkapkan sejumlah dugaan kecurangan yang terjadi selama proses pemilu.

Salah satu kasus yang disorot adalah dugaan tindak pidana pemilu di TPS 08 Pinang Ranti, Jakarta Timur. 

"Pada tanggal 27 November 2024, sekitar pukul 12.10 hingga 12.40, terjadi dugaan tindak pidana pemilu. Ada oknum KPPS dan PAM TPS yang dengan sengaja mencoblos 18 surat suara untuk pasangan nomor 3," ungkap Ramdan tegas. 

Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi pemilih di Pilgub Jakarta 2024, khususnya di Jakarta Utara, di mana tingkat partisipasi hanya mencapai 48,56%. 

"Pemindahan lokasi TPS yang terlalu berjauhan turut memengaruhi partisipasi pemilih. Ini menjadi catatan penting kami," tambahnya. 

 Baca Juga: Operasi Katarak Gratis, RS Gerbang Sehat Mahulu Berikan Pelayanan Kesehatan Mata

Ketegangan semakin memuncak saat KPU memberikan kesempatan kepada saksi masing-masing paslon untuk menyampaikan pandangan mereka.

Saksi pasangan nomor urut 2, Dharma-Kun Wardhana, menyebut bahwa hasil rekapitulasi ini tidak sepenuhnya mewakili aspirasi masyarakat. 

"Hanya 53% masyarakat yang menggunakan hak pilihnya. Kami menilai legitimasi suara ini sangat kurang," ujar saksi Dharma-Kun. 

Namun, suasana semakin memanas ketika saksi pasangan Pramono Anung-Rano Karno memberikan tanggapan terhadap pernyataan paslon lainnya. Hal ini memicu protes keras dari tim Ridwan Kamil-Suswono. 

 Baca Juga: Dibangun dengan Biaya Rp 940 Miliar, Peran Masjid Istiqlal Digantikan Masjid Negara IKN

"Mohon maaf Ketua, ini bukan waktunya memberikan penilaian terhadap paslon lain. Jika ini diteruskan, kami akan meninggalkan ruangan," tegas Ramdan Alamsyah. 

Beberapa saat kemudian, tim RK-Suswono menyerahkan dokumen keberatan kepada KPU, bersalaman dengan para komisioner, dan meninggalkan ruangan rapat pleno. 

"Izin Ketua, kami mundur dari sidang," ujar Ramdan sebelum keluar ruangan. 

 Baca Juga: Menteri Kesehatan Sebut Iuran BPJS Kemungkinan Tak Naik pada Tahun Depan: Seharusnya Masih Tetap

Ancaman Gugatan ke MK 

Tidak berhenti di walk out, tim RK-Suswono berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum. Mereka mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mencari keadilan. 

"Kami akan melanjutkan proses ini sesuai dengan konstitusi. Gugatan ke MK adalah langkah berikutnya untuk memperjuangkan keadilan," tegas Ramdan. 

Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata, menyatakan pihaknya telah menjalankan semua tahapan Pilgub sesuai aturan yang berlaku. 

 Baca Juga: Rumah Cokelat Lung Anai di Kukar Jadi Contoh Hilirisasi Kakao, Menteri Desa Janjikan Solusi Regulasi

"Kami telah mengikuti semua prosedur. Keberatan yang disampaikan akan kami catat dan proses sesuai mekanisme," katanya. 

Sementara itu, saksi pasangan Pramono Anung-Rano Karno menyebut bahwa hasil rekapitulasi ini sudah mencerminkan kehendak mayoritas pemilih di Jakarta. 

"Kami menghormati semua proses yang telah dilaksanakan KPU dan berharap masyarakat dapat menerima hasil ini," ujar salah satu saksi. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel 

Editor : Dwi Puspitarini
#RIDO #Suswono #dugaan kecurangan Pilgub #ridwan kamil #Saksi RIDO walk out di rapat pleno #kpu jakarta #Walk out Pilgub Jakarta 2024 #hasil rekapitulasi