KALTIMPOST.ID, Nama Hasto Kristiyanto belakangan ini ramai diperbincangkan. Di tengah persiapan Kongres V PDIP 2025, muncul isu pergantian dirinya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai.
Tak hanya itu, kabar tak sedap terkait kehidupan pribadinya pun turut mewarnai pemberitaan. Lantas, siapakah sebenarnya sosok Hasto Kristiyanto?
Hasto Kristiyanto Lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966. Hasto dibesarkan dalam keluarga Jawa yang kental.
Ia tumbuh dengan cerita wayang dan budaya Jawa, yang membentuk cara pandangnya terhadap politik dan kehidupan.
Pengaruh orang tuanya, Antonius Krido Pardjono dan Yohana Sutami, juga sangat besar dalam membentuk karakter Hasto. Sejak kecil, ia sudah tertarik dengan dunia politik dan organisasi.
Kisah-kisah epik seperti Mahabharata, yang mengajarkan tentang konflik kekuasaan dan pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, turut mewarnai masa kecilnya.
Baca Juga: Rahasia Langsing ala Jepang: Matcha, Si Hijau Pembakar Lemak!
Pendidikan di SMA Kolese de Britto semakin memantapkan minatnya di bidang politik dan organisasi. Ia aktif berorganisasi dan mengasah jiwa kepemimpinannya.
Melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1985, Hasto tetap aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.
Bahkan, ia sempat menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Setelah lulus pada tahun 1991, ia memulai karir profesionalnya di BUMN PT Rekayasa Industri.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP Selingkuhi Istri Teman Viral di Media Sosial
Merangkak Naik di Panggung PDIP
Meski berkarier di industri, Hasto tak bisa menampik panggilan jiwanya di dunia politik. Pada tahun 1999, ia bergabung dengan PDI (yang kemudian menjadi PDIP) dan mulai belajar dari para senior partai. Pada tahun 2004, ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur.
Kariernya terus menanjak. Pada tahun 2014, ia ditunjuk menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Sekjen PDIP.
Posisi strategis ini diembannya hingga kini, bahkan sampai dua periode berturut-turut setelah terpilih kembali pada Kongres V PDIP 2019.
Hasto dikenal sebagai sosok yang setia pada ideologi Bung Karno. Ia juga berperan penting dalam memenangkan Joko Widodo pada Pilkada DKI 2012 serta Pilpres 2014 dan 2019.
Baca Juga: Megawati Siap ke KPK: Apa yang Terjadi jika Hasto Kristiyanto Ditangkap?
Diterpa Isu Pergantian dan Kabar Tak Sedap
Di tengah kesuksesan PDIP di bawah kepemimpinannya, isu pergantian Hasto sebagai Sekjen menjelang Kongres V PDIP 2025 mulai berembus.
Ketua DPP PDIP, Deddy Yevry Sitorus, bahkan membenarkan adanya perbincangan terkait hal tersebut.
"Saya mendengar memang ada yang mewacanakan itu (pergantian Hasto sebagai Sekjen)," ujar Deddy.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa partai tidak akan membahas nama-nama yang diisukan karena dianggap tidak relevan.
Baca Juga: Jejak Kritis Yos Suprapto: Dari Kanvas ke Kritik Fadli Zon
Tak hanya isu pergantian, Hasto juga diterpa kabar tak sedap terkait dugaan perselingkuhan dengan seorang wanita bernama Emiliana Indri alias Yola, yang disebut-sebut sebagai istri dari teman dekatnya, Heru Dewanto. Kabar ini beredar luas di media sosial, terutama di platform X (dulu Twitter).
Akun @intel_imut mengunggah video dan foto yang diduga menunjukkan Hasto dan Yola sedang bersama. Tentu saja, kabar ini menambah sorotan terhadap Hasto di tengah isu pergantian Sekjen. (*)
Editor : Dwi Puspitarini