KALTIMPOST.ID, Kala menghadiri Peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya.
Ia mengatakan ingin mewujudkan keinginan rakyat yang menuntut pemerintah bekerja dengan bersih dan benar. Untuk itu, ia mengajak menteri di Kabinet Merah Putih untuk berani mengoreksi diri.
“Sekarang kita harus berani, saya ajak semua rekan-rekan saya dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih, saya ajak mereka kita harus berani mengoreksi diri, berani untuk membangun suatu pemerintahan ke depan yang bersih, pemerintah yang bebas dari penyelewengan dan korupsi,” ucap Prabowo, Kamis (6/2).
Dalam kesempatan itu juga, ketua umum Partai Gerindra tersebut menegaskan pemerintahannya harus bersih dari korupsi dan penyelewengan. Ia memastikan akan menindak siapa pun yang tidak sejalan dengan prinsip tersebut.
“Itu tekad kami, akan terus dan kami mengerti, kami tahu ada perlawanan-perlawanan. Tapi kami yakin apa yang kami perjuangkan adalah untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Kami tidak akan ragu bertindak,” jelasnya.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga menekankan tidak akan ragu mendepak anak buahnya yang tidak bekerja sesuai keinginan rakyat.
“Bagi yang tidak mau bekerja untuk rakyat akan saya singkirkan,” terangnya.
Prabowo Subianto menyebut akan melakukan tindakan tegas pada seratus hari pertama dirinya dan Kabinet Merah Putih bekerja. Ia bahkan telah berulang kali memberikan peringatan kepada Menteri yang tidak bekerja dengan baik. Kini ia tidak akan memberikan lagi toleransi kepada menteri yang bandel.
“Seratus hari pertama ya saya sudah beri istilahnya peringatan berkali-kali. Sekarang siapa yang bandel, siapa yang ndablek, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini dengan tuntutan rakyat, pemerintah yang bersih, akan saya tindak,” tegasnya.
Editor : Hernawati