KALTIMPOST.ID, Di tengah forum serius bertajuk Sarasehan Ekonomi, Selasa (8/4/2025), suasana mendadak hening saat seorang ekonom senior sekaligus Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW, Budi Hikmat, menyampaikan hal yang tak biasa, yaitu sebuah doa dan imbauan spiritual kepada Presiden Prabowo Subianto.
Di hadapan para investor, pelaku usaha, dan ekonom papan atas, Budi tak hanya bicara soal angka dan pasar modal.
Ia membuka ruang batin dengan menyampaikan harapan penuh makna kepada Presiden.
“Saya doakan saja, kalau bapak tahajud, buka atau baca Surah Yusuf ayat 12. Walaupun kata Ray Dalio siklus ini berat, tetapi saran beliau [Nabi Yusuf] itu luar biasa,” ucap Budi dengan suara yang bergetar, penuh hormat.
Budi menyampaikan bahwa dunia sedang berada di ambang perubahan besar. Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok makin memanas, mirip tensi global menjelang Perang Dunia II.
Tapi di tengah badai itu, ia justru mengajak Presiden memulai dari hal yang paling sederhana namun bermakna, yaitu berdoa, bangun di sepertiga malam, dan kembali membuka ayat-ayat suci.
Ia juga menyinggung pentingnya keberanian Presiden dalam membuat kebijakan, meski mungkin tak populer.
“Kalau saya jadi Nabi Yusuf, mungkin saya akan bacakan nasihat Nabi Yusuf,
قَالَ تَزْرَعُوْنَ سَبْعَ سِنِيْنَ دَاَبًاۚ فَمَا حَصَدْتُّمْ فَذَرُوْهُ فِيْ سُنْۢبُلِهٖٓ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تَأْكُلُوْنَ
‘Bercocoktanamlah kamu tujuh tahun berturut-turut! Kemudian apa yang kamu tuai, biarkanlah di tangkainya, kecuali sedikit untuk kamu makan,” katanya dengan nada bergetar.
Warganet Terharu: Jabatan Itu Ibadah, Bukan Pencitraan
Potongan video tersebut viral di berbagai platform. Di TikTok, akun @mediaasuransi mengunggah ulang cuplikan tersebut, kemudian tersebar ke Threads dan X (dulu Twitter).
Respons warganet pun mengalir deras, kebanyakan memuji doa sang pengusaha dan mendoakan agar Presiden Prabowo benar-benar meresapi nasihat tersebut.
“Dr suara nya beliau menaruh rasa hormat dan sedikit sungkan. Semoga diresapi sama pak Prabowo,” tulis akun rah***.
Warganet lain bahkan menyinggung soal kepemimpinan yang sejati.
“Saya kadang khawatir, sekalipun beragama (klaimnya) Islam, namun mengoleksi banyak alasan untuk tidak menjadi imam shalat,” tulis w**ng.
Komentar penuh nasihat juga datang dari akun pa**d, “Jadikan jabatanmu sebagai ibadah, semata-mata mencari ridha-Nya. Jadi Menteri ibadah, jadi Hakim ibadah, jadi pengusaha ibadah.” ***
Editor : Dwi Puspitarini