Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

ENABLE Project Gelar Konferensi Daring Hari Bumi 2025, Dorong Inovasi dan Peluang Ekonomi Hijau

Thomas Dwi Priyandoko • Rabu, 30 April 2025 | 14:17 WIB

Poster Konferensi Daring Hari Bumi bertajuk “Paving the Path of Green Opportunities: The Role of Green Jobs, Waste Management Innovations and Sustainable Lifestyle.
Poster Konferensi Daring Hari Bumi bertajuk “Paving the Path of Green Opportunities: The Role of Green Jobs, Waste Management Innovations and Sustainable Lifestyle.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA–Dalam memperingati Hari Bumi 2025, ENABLE Project bersama sejumlah mitra strategis menyelenggarakan Konferensi Daring Hari Bumi bertajuk “Paving the Path of Green Opportunities: The Role of Green Jobs, Waste Management Innovations and Sustainable Lifestyle” pada Minggu (27/4).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaboratif lintas generasi dan sektor untuk membahas isu-isu strategis seputar pekerjaan ramah lingkungan (green jobs), inovasi pengelolaan sampah, dan gaya hidup berkelanjutan.

Konferensi daring ini sukses menarik perhatian peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan sejumlah negara Asia seperti India dan Tiongkok.

Para peserta terdiri dari pemikir muda, akademisi, praktisi lingkungan, hingga pengambil kebijakan, yang bersama-sama berdiskusi membangun arah baru menuju ekonomi hijau.

Baca Juga: Proyek Baterai RI Tak Jadi Bareng Korea? China Langsung Masuk!

Kegiatan ini terbagi dalam tiga sesi utama. Sesi pertama mengangkat tema “Promoting Sustainable Lifestyles and Circular Economy”, yang menyoroti pentingnya gaya hidup berkelanjutan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs 12).

Ade Sulaeman dari National Geographic Indonesia membahas tantangan dan peluang dalam membudayakan gaya hidup ramah lingkungan. Chu Ngoc Mai dari Vietnam, perwakilan YECAP Fellow dan pendiri SDY, membagikan pengalamannya dalam memberdayakan komunitas melalui proyek berkelanjutan.

Photo
Photo

Veldesen Yaputra dari Tsinghua University menambahkan perspektif pendidikan mengenai kontribusi arsitektur dalam ekonomi sirkular.

Sesi kedua bertajuk “From Waste to Resource” membahas pengelolaan limbah organik sebagai peluang ekonomi baru. Dr Eko Setio Wibowo dari BRIN menyoroti peran riset dalam pengolahan sampah organik di Indonesia.

Cut Keumala Banaget dari ITK mengupas solusi konkret dalam produksi pupuk berbasis limbah, sementara Christy Zakarias, delegasi Y20 Brazil 2024, menekankan pentingnya pendanaan bagi proyek-proyek masyarakat berbasis pengelolaan sampah.

Sesi terakhir, “Green Skills for Green Jobs”, menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan hijau untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan.

Baca Juga: KRUS Diserbu Tambang Ilegal, DPRD Kaltim Siapkan Rapat Lintas Komisi dan Tagih Tanggung Jawab Hukum

Janu Muhammad, pendiri Sayur Sleman dan duta One Young World, memaparkan pentingnya inovasi dalam dunia pertanian berkelanjutan. Muhammad Rizky Zein dari Bursa Efek Indonesia menjelaskan kebutuhan keterampilan hijau di sektor industri.

Irmawan Rahyadi dari Binus University menambahkan peran institusi pendidikan dalam mencetak SDM unggul untuk ekonomi hijau.

Konferensi ini juga membuka ruang dialog tentang peran generasi muda dalam mendorong perubahan berkelanjutan. Para peserta aktif berdiskusi tentang integrasi teknologi dalam pengelolaan limbah, penerapan ekonomi sirkular, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kita tengah menghadapi krisis food waste yang serius. Sisa makanan menumpuk dan mencemari lingkungan, padahal bisa diolah menjadi pupuk organik. Diperlukan sinergi hexahelix: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Circular economy hanya akan berjalan jika semua pihak terlibat aktif. Kami berharap konferensi ini dapat memicu lebih banyak kolaborasi untuk menciptakan masa depan yang adil dan berkelanjutan,” ungkap Aie Natasha, CEO ENABLE Project.(*)



Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#lingkungan #Ekonomi Hijau #Konferensi Daring #ENABLE Project #hari bumi