Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Baru Sekali Rapat, Perusahaan Asing Ini Langsung Didepak dari DPR! Ada Apa?

Dwi Puspitarini • Rabu, 30 April 2025 | 17:44 WIB

 

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya (kanan).
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya (kanan).

KALTIMPOST.ID, Suasana panas mewarnai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI hari ini, Rabu (30/4/2025).

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Pati Jaya, secara tegas mengusir PT Bintan Alumina Indonesia dari ruang rapat karena dinilai tidak menghormati undangan DPR.

"Saya merasa betul-betul tidak dihargai," tegas Bambang dengan nada tinggi.

Kemarahan itu dipicu oleh absennya bahan paparan yang seharusnya disiapkan PT Bintan Alumina.

Padahal, menurut Bambang, mereka sudah diberi peringatan sebelumnya.

"Saya sampaikan kepada tim Bapak saat itu, sampaikan ke direksi Anda agar nanti ketika dipanggil Komisi XII menyiapkan paparannya. Itu jelas, Pak," ujar Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta.

 Baca Juga: Kalender Mei 2025 Berdasarkan SKB 3 Menteri: Daftar Libur, Cuti Bersama dan Long Weekend

Tanpa basa-basi, Bambang meminta perusahaan asal Tiongkok itu keluar dari rapat.

"Hari ini saya merasa tidak dihargai. Oleh karena itu, saya minta PT Bintan Alumina Indonesia keluar dari rapat ini. Terima kasih," ujarnya tegas.

Sontak, suasana ruangan menjadi hening. Tak banyak yang menyangka bahwa pertemuan formal di ruang wakil rakyat akan memanas sedemikian rupa.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia, Santoni, mencoba menjelaskan bahwa pihaknya tak memiliki cukup waktu untuk menyusun bahan paparan.

 Baca Juga: Sudah Daftar Haji tapi Bingung Kapan Berangkat? Ini Cara Mengeceknya

"Mohon maaf, Pak. Kami tidak pernah berniat tidak menghormati. Tapi kami pikir rapat hari ini berbeda dengan yang di Batang kemarin. Kami hanya diberi waktu satu hari, belum sempat menyiapkan," ujar Santoni dengan nada menyesal.

Perlu diketahui, PT Bintan Alumina Indonesia adalah perusahaan industri pengolahan alumina asal China yang beroperasi di Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 2 juta ton per tahun, berlokasi di Galang Batang, Bintan Timur, Kepulauan Riau. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Komisi XII DPR RI #Bambang Patijaya #DPR RI rapat hari ini #PT Bintan Alumina Indonesia