KALTIMPOST.ID, PURWAKARTA- Program pembinaan pelajar bermasalah melalui pelatihan militer resmi dimulai di Purwakarta, Jawa Barat.
Inisiatif yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini menyasar pelajar SMP yang terlibat kenakalan remaja seperti tawuran dan perilaku menyimpang lainnya.
Langkah awal dimulai oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang mengirimkan puluhan siswa ke markas Resimen Artileri Medan (Menarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad yang berlokasi di Jalan Raya Sadang–Subang. Barak militer ini kini menjadi tempat pembinaan karakter bagi siswa-siswa yang dianggap membutuhkan pendekatan disiplin.
Dalam tayangan video di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, terlihat para siswa berkumpul dengan seragam putih sebelum menaiki kendaraan militer yang akan membawa mereka ke barak. Suasana haru mewarnai pelepasan tersebut, saat para orang tua menyaksikan anak-anak mereka dibawa untuk menjalani masa pembinaan selama enam bulan.
“Saya sudah mempercayakan progam ini untuk mendidik anak saya, semoga ke depannya anak saya lebih baik lagi,” ujar seorang ibu yang dengan lapang dada menyerahkan putranya kepada program pembinaan ini saat berdialog dengan KDM, sapaan akrab Kang Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Vasektomi Jadi Syarat Dapat Bansos? Ini Alasan Mengejutkan dari Gubernur Jabar
"Kebetulan anak saya ini tinggal bersama neneknya, saya sendiri bekerja di Subang, sementara bapaknya saya sudah pisah (cerai)," tambah si ibu.
Sementara seorang ibu lain juga ikhlas menyerahkan anaknya ke dalam program ini. Menurut sang ibu, anaknya sebenarnya sudah mengikuti ekskul paskibra namun tetap terlibat tawuran.
"Tawuran di Bojong, baru sekali. Saya sendiri percaya anak saya baik, tapi memang pergaulannya yang buat dia sampai tawuran," katanya.
Gubernur KDM menegaskan bahwa program ini bukan bentuk hukuman, tetapi bentuk pendidikan karakter yang dikawal langsung oleh institusi militer.
Dedi juga menyampaikan beberapa larangan bagi orang tua selama anak mereka berada di barak: tidak boleh dibekali ponsel, tidak boleh diberi uang jajan, dan segala kebutuhan seperti makan dan tempat tinggal sudah ditanggung.
Baca Juga: Usai Mualaf, Ruben Onsu Diam-Diam Mau Pergi Haji, Bareng Ivan Gunawan ke Tanah Suci?
“Status mereka tetap pelajar. Hanya tempat belajarnya yang berbeda. Mereka akan bangun pagi, tidak boleh merokok, tidak bebas keluar, dan harus mengikuti aturan yang mendidik,” jelas Dedi.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga bertemu langsung dengan Komandan Menarmed 1/Sthira Yudha Kostrad, Kolonel Arm Roni Junaidi, dan menitipkan para pelajar tersebut untuk dibina dengan pendekatan disiplin dan tanggung jawab.
Program ini disebut sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi militer dalam membentuk generasi muda yang lebih tangguh, disiplin, dan beretika.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko