Sebelum kecelakaan Bus ALS diketahui memiliki rute Medan–Bekasi via Padang dengan membawa 47 penumpang.
Dilansir dari berbagai sumber, korban kecelakaan bus ALS sebanyak 12 orang meninggal dunia, terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan, termasuk 2 balita.
Sementara itu, 23 penumpang lainnya mengalami luka-luka, dan telah dievakuasi ke RSUD Padang Panjang untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan sisanya masih proses verifikasi dan pendataan petugas.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, penyebab kecelakaan Bus ALS diduga karena hilangnya fungsi pengereman (rem blong) saat bus menuruni jalur curam dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang.
Bus diketahui sempat berhenti di Bukittinggi pada dini hari sebelum melanjutkan perjalanan dengan dua sopir baru.
Seorang penumpang selamat bernama Desmon menceritakan kronologi kecelakaan Bus ALS yang menegangkan.
“Dari jembatan layang menurun mulai terasa, terus ke bawah terus (meluncur). (Peringatan sopir) tidak ada. Berangkat dari Siborong-borong aman... dari situ ganti sopir dua, (barulah) kejadian ini,” ujarnya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan keluar lewat kaca depan bus yang terlepas setelah kendaraan terguling.
Sementara untuk proses evakuasi, Kepala SAR Padang Abdul Malik menyebut, posisi bus yang menabrak tembok dan terbalik sebagian menyulitkan tim.
"Mobilnya terbalik separuh dan menghantam salah satu tembok, ini mempersulit tim membuka akses untuk masuk ke dalam dan mengeluarkan korban terjepit," jelasnya.
Untuk mempercepat identifikasi para korban meninggal, Polres Padang Panjang mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di RSUD Padang Panjang.
"Kita buat posko DVI dan penanganan bersama korban laka bus ALS di RSUD Padang Panjang,” ujar Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan sopir dan kernet bus untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Keduanya masih menjalani perawatan medis dan akan segera menjalani tes urine dan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap faktor penyebab kecelakaan.
“Kami juga sudah mengamankan sopir dan kernet, dan saat ini sedang pengobatan untuk nanti diklarifikasi,” ujar Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta. (*)
Editor : Almasrifah