KALTIMPOST.ID-Baru-baru ini, Indonesia kedatangan Bill Gates, sosok pendiri Microsoft sekaligus salah satu orang terkaya di dunia.
Berbicara soal Bill Gates, Indonesia juga memiliki tokoh berpengaruh serupa di dunia teknologi Indonesia sekaligus masuk dalam daftar 10 besar orang terkaya versi Forbes.
Ia adalah Otto Toto Sugiri yang dijuluki Bill Gates-nya Indonesia karena kiprahnya yang luar biasa dalam membangun ekosistem digital nasional.
Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 23 September 1953, Toto menyelesaikan pendidikan sarjananya di bidang teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1977 dan meraih gelar master di bidang teknik komputer dari RWTH Aachen University, Jerman pada tahun 1980.
Kariernya diawali di dunia telekomunikasi, dengan pengalaman lebih dari dua dekade di PT Indosat hingga menduduki posisi Direktur Teknik.
Baca Juga: Bill Gates Beri Hadiah Spesial ke ‘Anggota Keluarga’ Prabowo, Momen Langka Ini Bikin Tamu Terkesima
Pada 1989, Toto mendirikan PT Sigma Cipta Caraka (Sigma), perusahaan teknologi informasi yang kemudian berkontribusi besar dalam pengembangan solusi IT di sektor perbankan dan bisnis. Sigma kemudian diakuisisi oleh Telkom Indonesia dan bertransformasi menjadi Telkomsigma.
Pada 1994, Otto Toto Sugiri mendirikan Indointernet (Indonet), penyedia layanan internet pertama di Indonesia.
Perusahaan ini membuka akses masyarakat Indonesia ke jaringan internet global dan menjadi pionir era digital tanah air. Indonet kemudian go public pada tahun 2021 dan pada 2023 sahamnya dijual kepada Digital Edge Singapura.
Tidak berhenti di situ, Toto juga memimpin pendirian Balicamp, anak usaha Sigma yang mengembangkan perangkat lunak linguistik termasuk proyek pemeriksa ejaan Bahasa Indonesia untuk Microsoft.
Namun, tragedi bom Bali tahun 2002 membuat Balicamp harus menghentikan operasionalnya. Dampak dari tragedi tersebut juga mendorong Toto menjual 80% saham Sigma kepada Telkom Indonesia pada 2008 senilai USD 35 juta.
Baca Juga: Bukan Teknologi, Ini Alasan Bill Gates Kagum pada Indonesia
Langkah visionernya berlanjut ketika ia mendirikan PT DCI Indonesia pada tahun 2011. Dengan investasi awal sebesar USD 200 juta, Toto membangun pusat data Tier IV pertama di Indonesia yang kini berkembang menjadi salah satu operator pusat data terbesar dan paling andal di Asia Tenggara.
Di bawah kepemimpinannya, DCI Indonesia tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021 dan terus memperkuat posisinya sebagai tulang punggung transformasi digital nasional.
Hingga 2025, Otto Toto Sugiri menjabat sebagai Direktur Utama DCI Indonesia dan Presiden Komisaris Indonet.
Dedikasi dan inovasinya dalam dunia teknologi membuahkan hasil luar biasa: ia kini masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai USD 7,4 miliar atau setara Rp 121,3 triliun.
Dengan perjalanan karier yang panjang dan penuh terobosan, Otto Toto Sugiri telah menjadi simbol kesuksesan dalam inovasi teknologi nasional dan panutan bagi generasi baru pengusaha digital Indonesia.(*)
Editor : Thomas Priyandoko