Pada 7 Mei 2025, Nicke diperiksa selama 16 jam di Gedung Jampidsus Kejagung terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina serta anak usahanya untuk periode 2018–2023.
Sebelumnya, pada 17 Maret 2025, KPK juga memanggil Nicke sebagai saksi dalam kasus korupsi jual beli gas antara PGN dan PT Inti Alasindo Energi, yang terjadi saat ia menjabat Direktur SDM Pertamina.
Kasus ini berawal dari temuan BPK yang menyebut adanya pemborosan dalam akuisisi tiga blok migas yang menyebabkan potensi kerugian hingga Rp 5,2 triliun, serta proyek-proyek mangkrak seperti FSRU Lampung dan terminal LNG Teluk Lamong.
Profil Nicke Widyawati
Nicke Widyawati lahir pada 25 Desember 1967 di Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan sosok yang berhasil menembus batas gender di industri energi Indonesia.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Tasikmalaya, ia melanjutkan kuliah di Teknik Industri ITB dan meraih gelar magister di Hukum Bisnis Universitas Padjadjaran pada 2009.
Suami Nicke Widyawati adalah Fitriyansyah. Rumah tangga keduanya dikaruniai dua putra, yakni Muhammad Alif Fakhr dan Rafi Mohammad Febriansyah.
Karir Nicke Widyawati
Nicke memulai karier profesional di Bank Duta cabang Bandung pada usia 21 tahun, kemudian berpindah ke PT Industrial Engineering dan Mega Eltra sebelum akhirnya bergabung dengan PT PLN (Persero) pada 2014.
Di PLN, ia menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis I, memperkuat pengalaman di sektor energi.
Pada 2017, Nicke bergabung dengan PT Pertamina sebagai Direktur SDM dan merangkap posisi sebagai Pelaksana Tugas Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur.
Baca Juga: Profil dan Kekayaan Edward Corne: Pernah Terjerat Kasus Suap, Kini Terseret Skandal Oplos Pertalite
Ia kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama setelah pencopotan beberapa direksi Pertamina.
Pada 30 Agustus 2018, Nicke resmi menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina, menjadikannya pemimpin perempuan pertama di perusahaan tersebut. Posisi ini ia emban hingga 2022.
Kekayaan Nicke Widyawati
Nicke Widyawati tercatat memiliki kekayaan signifikan berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK.
Pada 29 Maret 2022, kekayaannya mencapai Rp 75 miliar, dengan kas dan setara kas menjadi penyumbang terbesar sebesar Rp 39,06 miliar.
Namun, pada laporan terakhir pada 31 Maret 2024, kekayaan Nicke meningkat menjadi Rp 118,79 miliar.
Kekayaan ini mencakup 16 aset tanah dan bangunan yang tersebar di Tasikmalaya dan Jakarta Selatan, serta empat mobil.
A. Tanah dan Bangunan: Rp 55.895.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 124 m2/100 m2 di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan: Rp 1.100.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/170 m2 di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan: Rp 5.700.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 265 m2/360 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 1.100.000.000
4. Tanah Seluas 629 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 200.000.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 393 m2/450 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 1.100.000.000
6. Tanah Seluas 715 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 200.000.000
7. Tanah Seluas 714 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 200.000.000
8. Tanah dan Bangunan Seluas 950 m2/400 m2 di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan: Rp 7.500.000.000
9. Tanah Seluas 563 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 500.000.000
10. Tanah dan Bangunan Seluas 788 m2/400 m2 di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan: Rp 30.000.000.000
11. Tanah dan Bangunan Seluas 104 m2/90 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 145.000.000
12. Tanah dan Bangunan Seluas 33 m2/33 m2 di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan: Rp 400.000.000
13. Tanah Seluas 478 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 100.000.000
14. Tanah Seluas 368 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 100.000.000
15. Tanah Seluas 818 m2 di Kab/Kota Kota Tasikmalaya: Rp 200.000.000
16. Tanah dan Bangunan Seluas 212 m2/57 m2 di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan: Rp 7.350.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 2.350.000.000
1. Mobil, Toyota Alphard Standard Tahun 2018: Rp 850.000.000
2. Mobil, Mercedes Benz Gle400 Tahun 2017: Rp 775.000.000
3. Mobil, Honda Hrv Tahun 2020: Rp 225.000.000
4. Mobil, Toyota Camry 2.5 V A/T Tahun 2021: Rp 500.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp 6.702.000.000
D. Surat Berharga: -
E. Kas dan Setara Kas: Rp 48.842.150.072
F. Harta Lainnya: Rp 5.000.000.000
G. Hutang: -
Editor : Almasrifah