KALTIMPOST.ID, Ratusan ribu jemaah haji Indonesia tengah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Namun, tak sedikit di antara mereka yang mengalami gangguan kesehatan. Sayangnya, banyak jemaah yang sakit enggan melapor karena takut dibawa ke rumah sakit milik Pemerintah Arab Saudi.
“Banyak pasien kita ini menahan sakitnya karena takut ke rumah sakit,” ungkap Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah, Minggu (1/6/2025).
Menurutnya, para jemaah merasa cemas karena di rumah sakit Arab Saudi mereka tidak didampingi keluarga, komunikasi terkendala bahasa, dan suasananya asing.
“Kalau ke sana kan tidak ada siapa-siapa, bahasanya juga tidak komunikatif. Walaupun ada dokter yang mengawal, mereka lebih merasa aman kalau dirawat oleh tenaga medis dari Indonesia sendiri,” jelas Nasaruddin.
Baca Juga: Wukuf di Arafah Ditetapkan 5 Juni, Cuaca Ekstrem Bisa Jadi Ujian Terberat Jemaah
Saat ini, Klinik Kesehatan Haji Indonesia belum bisa beroperasi maksimal karena adanya regulasi baru dari otoritas Arab Saudi.
Semua pasien yang sakit harus dirujuk ke rumah sakit setempat. Hal inilah yang membuat banyak jemaah merasa tak nyaman, bahkan enggan berobat.
Padahal, sejak bertahun-tahun KKHI berperan penting dalam pelayanan kesehatan jemaah haji Indonesia.
Menag Nasaruddin pun tak tinggal diam. Ia mengaku telah melobi langsung Kementerian Kesehatan Arab Saudi agar KKHI bisa kembali digunakan.
Harapannya, layanan ini bisa segera diaktifkan kembali demi menjaga kondisi para jemaah.
“Nah, kami mencoba negosiasi. Kalau bisa, kami diizinkan memanfaatkan klinik ini karena memang dari tahun ke tahun sangat membantu,” ujarnya.
Baca Juga: Haji Ilegal Pakai Visa Ziarah, WNI Asal Madura Ditemukan Meninggal di Tengah Gurun Makkah
Menurut Nasaruddin, Menteri Kesehatan Arab Saudi telah memberikan lampu hijau. Namun masih ada satu rintangan lagi, yaitu izin dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, yang berkaitan dengan keamanan gedung, kebakaran, dan aspek teknis lainnya.
“Insyaallah habis Magrib ini kita akan bernegosiasi. Mudah-mudahan seperti apa yang disampaikan Pak Menteri bisa menjadi kenyataan,” tuturnya optimistis.
Pemerintah Indonesia, kata Nasaruddin, menaruh perhatian besar terhadap layanan kesehatan jemaah. “Ini prioritas utama kami,” tegasnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini