KALTIMPOST.ID, Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 digelar dengan khidmat dan megah di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Selasa, 1 Juli 2025.
Dengan tema “Polri untuk Masyarakat,” perayaan ini menegaskan bahwa tugas Polri tak hanya menjaga keamanan, tapi juga melayani dan melindungi kepentingan rakyat secara menyeluruh.
Puncak acara dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang bertindak sebagai inspektur upacara, serta diikuti oleh ribuan personel kepolisian dari berbagai satuan.
Namun, yang paling menyita perhatian publik adalah kemunculan teknologi robotik Polri yang dipamerkan dalam parade, menandai era baru transformasi digital di tubuh kepolisian.
Selain parade yang megah, sosok Irjen Pol Dadang Hartanto sebagai komandan upacara juga menjadi sorotan.
Ia dikenal sebagai polisi intelektual yang memiliki karier cemerlang dan gelar guru besar, sekaligus figur yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: BSU 2025 Kenapa Belum Cair? Ini Jadwal Resmi, Penyebab, dan Cara Cek Status Penerima
Sebanyak 9.751 personel kepolisian dari berbagai satuan mengikuti parade di hadapan Presiden Prabowo dan Kapolri. Pasukan berkuda dari Direktorat Polisi Satwa, kendaraan taktis Korps Brimob dan Sabhara turut meramaikan defile.
Namun, yang paling mencuri perhatian adalah penampilan 25 robot ROPI (Robot Polisi Indonesia), termasuk sepuluh unit robot humanoid yang mampu memberi hormat lengkap dengan atribut kepolisian seperti baret dan rompi.
Ada pula robot tank, robot drone pertanian, dan sepuluh robot anjing K9 yang menunjukkan kecanggihan teknologi Polri.
Dalam defile, robot humanoid memberikan hormat kepada Presiden Prabowo yang disambut hangat dengan tepuk tangan.
Kehadiran robot ini menjadi simbol kesiapan Polri menghadapi tantangan teknologi modern dalam menjaga keamanan dan pelayanan publik.
Baca Juga: Update Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 2 Juni-Juli 2025, Pastikan Data dan Rekeningmu!
Profil Irjen Dadang Hartanto
Irjen Pol Dadang Hartanto, komandan upacara HUT Bhayangkara ke-79, dikenal sebagai perwira tinggi yang menggabungkan pengalaman operasional dan akademik.
Lulusan Akpol 1994 ini pernah memimpin berbagai satuan, mulai dari Kapolsek Senen hingga Wakapolda Sumatera Utara dan kini Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).
Selain karier gemilang, ia juga seorang akademisi dengan gelar Doktor dari Universitas Indonesia dan guru besar Ilmu Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Kepemimpinannya yang humanis dan bersahaja membuatnya dihormati baik di internal Polri maupun masyarakat.
HUT Bhayangkara ke-79 bukan sekadar perayaan, tapi juga simbol transformasi Polri menuju institusi modern yang adaptif terhadap teknologi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dengan komandan upacara seperti Irjen Dadang Hartanto dan dukungan teknologi robotik canggih, Polri menunjukkan komitmennya untuk terus melindungi dan melayani bangsa Indonesia dengan profesional dan inovatif. ***
Editor : Dwi Puspitarini