KALTIMPOST.ID, Sejak awal tahun, nama Jepang menjadi sorotan karena sebuah manga ramal gempa Juli 2025 yang bikin gempar publik.
Komik berjudul “The Future I Saw” karya Ryo Tatsuki kembali mencuat setelah edisi 2021 menyebut “bencana nyata di Juli 2025”.
Meski terdengar mistis, efeknya nyata, sejumlah wisatawan dari Asia, terutama Hong Kong dan Taiwan, membatalkan rencana liburan dan maskapai itu pun memangkas jadwal penerbangan .
Parahnya, akibat ketakutan itu, pemesanan paket tur turun drastis beberapa turun hingga 50% dari pelanggan Hong Kong.
Bahkan agen perjalanan seperti Greater Bay Airlines sampai membatalkan rute.
Padahal secara statistik, Jepang mencatat rekor wisatawan dengan 3,9 juta kunjungan hanya pada April 2025.
Baca Juga: Profil Adam Dustin Bhakti, Putra Balikpapan yang Sukseskan Proyek Baterai EV Terbesar Asia
Manga “The Future I Saw” pertama terbit tahun 1999, lalu dicetak ulang 2021 dengan tambahan edisi lengkap.
Di edisi barunya, Ryo Tatsuki menulis ulang mimpi tentang “bencana nyata di Juli 2025” ditafsirkan publik sebagai gempa dan tsunami. Menariknya, komik ini juga dianggap meramalkan gempa Tohoku 2011.
Sejak rumor viral sejak Maret—April, pemesanan tur ke Jepang merosot tajam, terutama dari Hong Kong dan Taiwan.
Penurunan ini membuat banyak operator tur menurunkan harga 10–20 % dan menambah opsi asuransi gempa.
Data kemunduran 11% wisatawan Hong Kong di Mei adalah bukti nyata ketakutan tersebut.
Pemerintah Jepang langsung berupaya meredam panik. Japan Meteorological Agency bahkan menyatakan, “Dengan pengetahuan saat ini, kita tidak bisa prediksi tanggal, lokasi, atau magnitudo gempa secara tepat”.
Gubernur Miyagi, Yoshihiro Murai, menyebut rumor ini “sangat tidak ilmiah” dan bisa berdampak serius pada pariwisata.
Faktanya, Jepang memang berada di Cincin Api Pasifik, dengan kemungkinan "megaquake" 30 tahun ke depan sekitar 75–82 %.
Namun itu proyeksi jangka panjang, bukan ramalan hitam putih untuk Juli 2025.
Profesor seismologi Robert Geller (Univ. Tokyo) menyatakan, “Tidak ada prediksi gempa ilmiah yang akurat.”
Meski manga dan rumor viral, jangan sampai kita jadi korban hype. Fokus pada kesiapsiagaan, bukan panik. ***