Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kontes Fashion Show Waria di Acara Pernikahan di Maros Bikin Heboh Sulsel, MUI Sampaikan Keprihatinan

Uways Alqadrie • Senin, 7 Juli 2025 | 08:33 WIB
Kontes fashion show dalam acara pernikahan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikecam Majelis Ulama Indonesia. (Foto: tangkapan layar)
Kontes fashion show dalam acara pernikahan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikecam Majelis Ulama Indonesia. (Foto: tangkapan layar)

KALTIMPOST.ID, MAROS – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah waria mengikuti kontes fashion show dalam acara pernikahan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi viral dan menuai reaksi dari berbagai pihak. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritisi keras aksi tersebut, menilainya sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai sosial dan keagamaan yang berlaku di Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (2/7/2025) di tengah acara pernikahan keluarga seorang perias pengantin. Berdasarkan keterangan kepolisian, pertunjukan itu diselenggarakan sebagai hiburan selingan saat jeda penampilan musik organ tunggal.

"Fashion show itu merupakan acara hiburan di sela kegiatan, bukan bagian dari rangkaian acara inti," kata Kasubsi Penmas Polres Maros, Ipda Marwan Afriady, kepada media, Senin (7/7). 

Ia menjelaskan bahwa sang perias pengantin memiliki sejumlah rekan seprofesi yang juga waria, dan mereka ikut meramaikan acara secara spontan.

Namun, Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, menyampaikan keprihatinannya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi tampilnya kelompok waria secara terbuka menunjukkan adanya pembangkangan terhadap norma yang berlaku di masyarakat.

"Jika kelompok LGBT sudah berani tampil di ruang publik seperti ini, berarti mereka merasa tidak akan mendapat tindakan tegas dari pihak berwenang," kata Anwar. Ia menilai gerakan tersebut merupakan upaya untuk memperoleh perhatian internasional sekaligus dukungan dari luar negeri agar keberadaan LGBT dilegalkan di Tanah Air.

Lebih lanjut, Anwar meminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak memberikan ruang tampil kepada kelompok yang dianggap menyimpang. Ia menyerukan tindakan tegas agar nilai-nilai budaya dan agama di Indonesia tetap terjaga.

"Kita harus melindungi generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif seperti ini," ujarnya.

Video yang beredar memperlihatkan sejumlah waria berjalan layaknya model di atas panggung kecil yang disiapkan di lokasi pesta. Para tamu undangan terlihat merekam aksi tersebut menggunakan ponsel, yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Kontroversi ini menambah panjang daftar perdebatan publik mengenai ruang ekspresi kelompok minoritas gender di Indonesia, yang hingga kini masih memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#kabupaten maros #Majelis Ulama Indonesia (MUI) #kontes waria