Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dikira Bumil, Ternyata Pencopet! Emak-Emak WNI Ini Nekat Lawan Sendirian di Metro Paris

Dwi Puspitarini • Sabtu, 12 Juli 2025 | 17:41 WIB

 

Emak-emak WNI nekat kejar pencopet di Paris yang menyamar jadi bumil.
Emak-emak WNI nekat kejar pencopet di Paris yang menyamar jadi bumil.

KALTIMPOST.ID, Seorang WNI berusia 54 tahun mendadak jadi sorotan setelah mengejar dan menghadapi sendiri komplotan copet di stasiun metro Paris.

Kejadiannya bermula saat ia turun dari metro dekat Menara Eiffel menuju Gare de Lyon, April 2025, tapi baru viral Juli ini dalam akun Instagram @rawis_fam.

Dilaporkan, ia sempat kehilangan dompet berisi €420 (±Rp7,5 juta), meski berhasil kembali dengan sisa €350.

Cerita viral ini bermula saat ia menolong seorang wanita hamil dengan memberi tempat duduk yang ternyata bagian dari komplotan copet. Begitu wanita itu pergi, dompetnya lenyap.

“Prosesnya mungkin sejam lebih. Dia ngotot bukan dia yang mencopet, tapi aku ngotot karena mereka datang bertiga,” katanya.

Tak patah semangat, perempuan ini mengejar dan berhasil menangkap pelaku.

Menurutnya, dua orang asing turut membantunya berkomunikasi sekaligus menekan agar dompet dikembalikan meski tidak utuh.

"Dari sekian ratus orang yang lalu lalang pada saat kejadian saya di copet, hanya dua orang ini yang benar-benar peduli dengan keadaan saya," ungkapnya haru.

Salah seorang wanita, dengan keterbatasan bahasa Inggris, bahkan menggunakan Google Translate untuk membantunya berkomunikasi dengan pencopet, sementara seorang pria lain yang fasih berbahasa Inggris langsung menghubungi polisi.

Perempuan bersuamikan WNI ini juga menceritakan bagaimana dua orang asing menjadi “penolong tak terduga” di tengah kota asing.

Salah satu bahkan bisa langsung berbahasa Inggris untuk berbicara dengan pelaku dan polisi yang datang.

"Mereka berdua yang membesarkan hati saya untuk tidak menyerah. Dan mereka juga yang membantu saya menekan si pencopet untuk mau mengembalikan dompet saya, dan mereka yang menemani saya dan suami saya sampai polisi datang," tuturnya.

Saat polisi tiba, sang emak emak meminta pengampunan dan tobat, bukan sanksi hukum, bagi si copet yang diserahkan paspornya.

Kisah keberanian emak-emak ini menuai beragam komentar di media sosial. Akun Thread @hedondilondon, misalnya, menyoroti profil pencopet yang seringkali berasal dari komunitas Romani Gypsy, yang dikenal piawai dalam mencopet secara berkelompok di seluruh Eropa.

"Kalau dilihat dari karakter wajah dan rupanya, dia ini seperti komunitas traveler Romani Gypsy. Mereka banyak ada di mana-mana seantero Eropa Timur, Barat, Selatan. Memang dikenal piawai mencopet dan pasti enggak sendiri, langsung dibagi-bagi sedetik setelah ngambil karena teman-temannya standby di sekitarnya. Habis itu langsung mencar."

Sementara itu, akun @arinn_wati mengingatkan traveler tentang realitas Paris yang tak selalu seindah bayangan.

"Iya emang di Paris ternyata banyak hal begitu, sepupu aku juga waktu ke sana hampir kena juga, selain banyak copet di sana juga tempatnya enggak sebagus yang dibayangkan, pemukimannya kumuh juga, enggak rekomend sih menurutku, banyak yang harus diketahui tentang Paris sebelum ke sana...mending ke Swiss enggak sih daripada ke Paris."

Namun, banyak warganet lain yang memberikan dukungan dan pujian atas keberanian sang emak-emak. "Kerennn bu... Semoga banyak yang support bantu ibu," tulis @yohanaratnasari. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Metro Paris #bumil #emak-emak #pencopet #menara eiffel #aksi heroik #paris #wni